23 September 2020, 14:44 WIB

Menristek: Butuh Biaya 40 Miliar untuk Uji Klinis Bibit Vaksin


Atikah Ishmah Winahyu | Humaniora

MENTERI Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, (Menristek/Kepala BRIN) Bambang PS Brodjonegoro, mengatakan dalam pengembangan vaksin covid-19, proses uji klinis merupakan tahapan yang memakan biaya yang cukup besar. Uji klinis dilakukan setelah bibit vaksin selesai diujikan pada hewan.

“Kalau nanti bibit vaksin yang sudah lolos uji hewan masuk pada uji klinis manusia, di situlah diperlukan biaya yang cukup besar. Nanti bisa sampai Rp30-40 miliar untuk uji klinis setiap bibit vaksin,” kata Bambang dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI, Rabu (23/9).

Baca juga: Umrah Dibuka Lagi, Indonesia Tunggu Lampu Hijau dari Arab Saudi

Bambang melanjutkan, sebelum bibit vaksin memasuki tahap ini, Kemenristek/BRIN akan berupaya menyiapkan penganggaran dari berbagai sumber. Menurutnya, dengan adanya Keputusan Presiden Nomor 18 tahun 2020 tentang Tim Nasional Percepatan Pengembangan Vaksin Covid-19, memudahkan tim pengembang vaksin untuk mengakses kebutuhan tambahan anggaran.

“Dukungan presiden melalui Keppres Nomor 18 itu tentunya memberikan ruang bagi nantinya untuk mendapatkan pembiayaan/penganggaran,” imbuhnya.

Dia mengungkapkan, selain LBM Eijkman, Kemenristek/BRIN telah mengidentifikasi 5-6 institusi lain, termasuk LIPI serta perguruan tinggi yang juga mengembangkan vaksin dengan platform yang berbeda-beda. Di samping itu, pihaknya juga sudah menemukan industri selain PT Bio Farma yang siap mempproduksi vaksin.

“Kalau kita hanya mengandalkan Bio Farma, dikhawatirkan kapsitasnya tidak mencukupi karena itu kita mengajak perusahaan lain, terutama swasta. Mereka ternyata menyambut baik upaya ini dan bahkan mereka juga bersedia untuk mendukung riset yang dilakukan oleh beberapa lembaga, baik lembaga penelitian maupun universitas,” tandasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Komisi VII DPR RI juga telah menyetujui Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) Tahun 2021 Kemenristek/BRIN sebesar Rp2,78 triliun yang terbagi menjadi program dukungan manajemen sebesar Rp553,9 miliar, Riset dan Inovasi IPTEK bagi pelayanan umum Rp754,8 miliar, serta Riset dan Inovasi IPTEK bagi pendidikan Rp1,478 triliun. (OL-6)

BERITA TERKAIT