23 September 2020, 14:04 WIB

IDI dan Menko Perekonomian Sepakati Perlindungan Tenaga Medis


M Iqbal Al Machmudi | Humaniora

MENTERI Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melakukan pertemuan dengan Tim Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) untuk merespons bertambahnya jumlah tenaga medis yang meninggal akibat covid-19.

Dalam pertemuan tersebut, Ketua Tim Mitigasi Pengurus Besar IDI M Adib Khumaidi menyampaikan tugas dan fungsi Tim Mitigasi dokter yang dibentuk untuk merespons bertambahnya jumlah tenaga medis yang meninggal. Hingga kini, persentasenya melebihi negara-negara lain di Asia dan termasuk 10 besar di dunia.

"Upaya perlindungan dan keselamatan para tenaga medis menjadi fokus utama kami di IDI dalam peperangan melawan covid-19 ini," kata Adib melalui keterangan tertulisnya, Rabu (23/9).

IDI berharap kebijakan pemerintah harus seimbang antara pendekatan ekonomi dan kesehatan, karena jika ada salah satu yang dikorbankan akan berdampak bagi kemaslahatan seluruh rakyat.

"Tenaga medis dan tenaga kesehatan harus menjadi perhatian serius dari pemerintah karena berkurangnya satu tenaga medis atau tenaga kesehatan akan berpengaruh terhadap pelayanan kesehatan yang saat ini dibutuhkan oleh Negara," ujar Adib.

Adib juga menambahkan IDI siap memberikan masukan yang konstruktif bagi pemerintah untuk mempercepat penanggulangan covid-19 di Indonesia.

Selain melakukan pendataan terkait tenaga medis yang wafat maupun yang dirawat melalui sebuah sistem informasi mitigasi dokter (SIMIDI), saat ini, Tim Mitigasi IDI juga menerbitkan pedoman atau protokol perlindungan bagi tenaga medis yang bertujuan sebagai upaya perlindungan serta keselamatan para tenaga medis dari penularan covid-19.

Baca juga: Tes PCR Rutin Tekan Risiko Tenaga Kesehatan

Di kesempatan yang sama, Airlangga Hartarto yang juga Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Penanganan Ekonomi Nasional (KPEN) merespons positif apa yang disampaikan Tim Mitigasi IDI.

"Pemerintah menggelontorkan dana yang cukup besar dalam penanggulangan pandemi ini yang penggunaannya termasuk untuk perlindungan tenaga medis dan tenaga kesehatan lain," ujar Airlangga.

Dana yang dikeluarkan pemerintah dalam penanggulangi pandemi ini yakni pemeriksaan PCR bagi petugas kesehatan harus dapat diselenggarakan secara rutin agar kondisi para tenaga medis dapat terpantau secara reguler dan kontinu sehingga dapat memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal kepada masyarakat terutama para pasien covid-19.

Airlangga juga menyatakan perlindungan dan keselamatan tenaga medis dan tenaga kesehatan merupakan hal krusial untuk dijamin oleh negara.

"Pemerintah akan mengupayakan pemeriksaan kesehatan rutin untuk melindungi tenaga medis dan tenaga kesehatan yang sedang memberikan layanan kesehatan dalam penanganan covid-19," jelas Airlangga.

Komitmen pemerintah menjamin keselamatan tenaga medis, sejalan dengan prioritas yang bertujuan menguatkan sektor kesehatan terhadap tenaga medis dan meningkatkan kesehatan masyarakat agar beriringan dengan pemulihan ekonomi.

Menko Perekonomian Hartanto Airlangga dan Tim Mitigasi IDI juga sepakat guna menekan rantai penyebaran covid-19, memerlukan kesadaran dan kedisiplinan tinggi dari masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan.

Oleh karena itu, pemerintah terus melakukan kampanye 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak) dan menggencarkan operasi yustisi agar masyarakat mematuhi protokol kesehatan.

"Koordinasi antarlini, pemerintah pusat dan daerah juga menjadi salah satu kunci keberhasilan Indonesia agar upaya percepatan penanganan Covid 19 dapat berjalan optimal, aman, dan efektif," tuturnya.(OL-5)

BERITA TERKAIT