23 September 2020, 13:15 WIB

Ini Pembagian Tugas Menhan dan Mentan di Program Lumbung Pangan


Andhika Prasetyo | Ekonomi

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengatakan pihaknya secara khusus diembani tugas oleh Presiden Joko Widodo untuk menggarap singkong di dalam program lumbung pangan nasional (food estate).

Prabowo menjelaskan, secara garis besar, pengembangan lumbung pangan berada di bawah tanggung jawan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

"Kementerian Pertahanan akan memegang satu peran di pembangunan cadangan pangan, singkong. Kami hanya sebagai backup untuk menjamin cadangan. Selebihnya adalah tugas utama Menteri Pertanian," ujar Prabowo usai mengikuti rapat terbatas, Rabu (23/9).

Program pengembangan singkon oleh Kemenhan akan dimulai di Kalimantan Tengah dengan lahan seluas 30 ribu hektare (ha) pada 2021.

Luas lahan akan terus ditingkatkan hingga mencapai 1,4 juta ha di 2025.

Berdasarkan peta jalan yang telah dibuat, hasil panen singkong tersebut akan diolah menjadi tapioka, mokaf dan berbagai produk jadi lainnya.

"Jadi tujuannya adalah membackup kebutuhan pangan. Ini nanti bisa untuk roti, mi instan. Kita ingin menjamin bahwa kita tidak tergantung pasokan bahan baku dari luar negeri," tutur Prabowo.

Sebelumnya, 

Presiden Joko Widodo meminta pengembangan lumbung pangan atau food estate betul-betul dikalkulasi secara matang, mulai dari anggaran, ketersediaan lahan hingga pengelolaan.

Saat ini, Jokowi melihat masih terdapat persoalan dari sisi pengadaan lahan.

"Masih ada beberapa masalah yang perlu segera diselesaikan yaitu terkait kepemilikan lahan di area food estate. Ini menimbulkan sedikit masalah dan saya minta Menteri ATR bisa segera menuntaskan ini karena ini menyangkut sebuah area yang sangat luas," ujar Jokowi saat memimpin rapat terbatas, Rabu (23/9).

Selain lahan, Presiden juga menyinggung soal pengelolaan. Ia meminta, sejak awal, disiapkan secara jelas siapa pihak yang akan menjalankan program tersebut di lapangan.

Sebagaimana diketahui, lumbung pangan tidak hanya akan diisi oleh tanaman pangan seperti padi dan jagung saja tetapi juga produk hortikultura serta peternakan.

Komoditas-komoditas yang dikembangkan juga harus lebih dulu melalui uji sampel sehingga benar-benar sesuai dengan kondisi lahan dan iklim setempat. (E-1)

BERITA TERKAIT