23 September 2020, 10:10 WIB

Menteri ATR/BPN : RUU Ciptaker Dorong Pertumbuhan Ekonomi


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

MENTERI Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan A. Djalil mengungkapkan,  adanya Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja (Ciptaker) bisa mendorong pertumbuhan ekonomi.

Ia mengatakan, RUU Cipta Kerja dibentuk karena pemerintah sadar pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam kurun waktu 5 tahun terakhir hanya kurang lebih 5%.

"Dengan RUU Cipta Kerja diharapkan terjadi perubahan struktur ekonomi yang akan mampu menggerakkan semua sektor untuk mendorong pertumbuhan ekonomi mencapai 5,7%  hingga 6,0%," ungkap Sofyan dalam keterangan resmi, Jakarta, Rabu (23/9).

Sofyan juga menegaskan, RUU Ciptaker bisa mengurangi angka pengangguran kedepannya. Penyebab dari pengangguran, katanya, berkaitan dengan minimnya lapangan pekerjaan.

Ia mengkhawatirkan jika kondisi perekonomian Indonesia di waktu mendatang akan memburuk dan menyebabkan meningkatnya angka pengangguran, jika tidak ada kebijakan yang dapat menciptakan lapangan kerja.

"Karena kondisi saat ini penambahan angkatan kerja setiap tahunnya 2,5 juta orang per tahun sedangkan lapangan pekerjaannya tidak banyak," jelas Sofyan.

Selain itu, Sofyan juga mengakui bahwa betapa sulitnya mengurus perizinan usaha di Indonesia yang dinilai menyebabkan efektivitas investasi yang rendah.

Ia menuturkan, saat ini Indonesia merupakan negara yang mempunyai terlalu banyak regulasi sehingga menghambat terciptanya lapangan kerja. Tercatat ada 79 Peraturan Perundang-Undangan yang terkait penciptaan lapangan kerja.

"RUU Cipta Kerja dirancang untuk menyederhanakan izin agar para pengusaha bisa membuka usaha dengan mudah. Jika ini kita perbaiki, maka akan membuka lapangan kerja serta menciptakan pertumbuhan ekonomi dan kemudahan berusaha," ungkap Sofyan.

Menteri ATR tersebut berharal Indonesia dapat menjadi negara yang full employment, yaitu kondisi di mana masyarakat angkatan kerja mendapatkan pekerjaan sehingga tingkat pengangguran di sebuah negara menjadi rendah.

"Memang bukan suatu hal yang mudah karena basis penduduk kita yang padat, tetapi hal tersebut dapat terwujud jika perekonomian kita naik di angka lebih dari 5%. Saya berharap Indonesia di masa depan, penciptaan lapangan kerja lebih banyak dibandingkan suplai tenaga kerja," tandas Sofyan. (E-1)

BERITA TERKAIT