23 September 2020, 10:36 WIB

Kematian Covid-19 di AS Tembus 200 Ribu, Wisconsin Bunyikan Alarm


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

GUBERNUR Wisconsin Tony Evers, Selasa (22/9), mengumumkan keadaan darurat kesehatan masyarakat baru dan memperpanjang mandat penggunaan masker hingga November untuk memerangi penyebaran covid-19 di negara bagian Amerika Serikat (AS) itu.

Langkah itu datang ketika jumlah orang yang meninggal di seluruh AS sejak pandemi covid-19 dimulai melewati 200.000.

Pertemuan sosial secara langsung telah menyebabkan kasus-kasus di Wisconsin meroket di antara orang-orang yang berusia 18 hingga 24 tahun, kata Evers.

Baca juga: Kematian Akibat Covid-19 di AS Lampaui Angka 200 Ribu

Dia memohon kepada para mahasiswa yang kembali ke kampus untuk semester musim gugur agar tidak mendatangi bar dan memakai masker.

"Kita melihat peningkatan yang mengkhawatirkan kasus di seluruh negara bagian kami, terutama di kampus," kata gubernur dalam sebuah pernyataan yang mengumumkan keputusannya.

Mandat masker, bagian dari darurat kesehatan masyarakat kedua yang diumumkan gubernur Demokrat pada akhir Juli, berakhir pada Senin (21/9).

Sebuah kelompok konservatif menentang perintah atau aturan tersebut di pengadilan, dengan alasan Evers melanggar hukum negara bagian dengan menggunakan kekuatan darurat lebih dari sekali.

Wisconsin telah mengalami salah satu persentase peningkatan kasus covid-19 tertinggi secara nasional selama dua minggu terakhir dan memiliki tingkat covi-19 positif tertinggi kedua di negara itu dengan 17%.

Lonjakan itu membuat Wisconsin kembali masuk dalam daftar perjalanan karantina Chicago, yang mengharuskan orang yang datang dari negara bagian itu hingga utara kota untuk melakukan karantina sendiri selama 14 hari.

"Sedih untuk mengatakan Wisconsin saat ini berada dalam kendali yang sangat buruk dalam hal covid-19," kata Komisaris Departemen Kesehatan Masyarakat Chicago Allison Arwady dalam konferensi pers.

Dia mengatakan orang yang bepergian ke dan dari Wisconsin untuk kepentingan bekerja dibebaskan dari aturan itu.

AS tetap menjadi negara dengan kematian covid-19 tertinggi di dunia.

Rata-rata mingguan, AS kehilangan sekitar 800 nyawa setiap hari karena virus ini, turun dari puncak 2.806 kematian harian yang tercatat pada 15 April.

Di New York City, episentrum global pandemi pada musim semi, pejabat kesehatan, Selasa (22/9), mengidentifikasi klaster baru kasus covid-19 di wilayah Brooklyn, dan mencatat peningkatan tajam pada infeksi di sana dan di beberapa lingkungan lain.

Ribuan bendera kecil AS menutupi sebagian dari National Mall pada Selasa untuk menghormati dan mengenang mereka yang meninggal.

Ketua DPR Nancy Pelosi meminta warga AS untuk merangkul sains. (Straits Times/OL-1)

BERITA TERKAIT