23 September 2020, 09:31 WIB

Prancis Gandakan Cuti Ayah Menjadi 28 Hari


Basuki Eka Purnama | Internasional

PRANCIS menggandakan cuti ayah menjadi 28 hari. Hal itu diumumkan kantor Presiden Emmanuel Macron, Selasa (22/9).

Langkah itu menyejajarkan Prancis dengan negara-negara lain di Eropa.

Sebelumnya, cuti bagi pria yang istrinya melahirkan di Prancis adalah 14 hari. Aturan itu telah berlaku sejak 2002 dan kala itu merupakan yang terbanyak di Eropa.

Baca juga: Kematian Akibat Covid-19 di AS Lampaui Angka 200 Ribu

Namun, sejak saat itu, negara-negara Eropa lain lebih murah hati memberikan cuti ayah dengan negara-negara Nordik memimpin juga negara-negara di Eropa selatan.

"Reformasi ini akan membuat Prancis nasik dari posisi menengah di Eropa ke posisi puncak bersama Spanyol, Swedia, Norwegia, dan Portugal," ungkap Elysee.

"Waktu adalah faktor penting untuk menciptakan hubungan antara orangtua dan anak. Karenanya, periode 14 hari dianggap terlalu singkat," imbuh istana presiden Prancis itu.

Sebuah komisi yang dibentuk Macron, November lalu, menggarisbawahi pentingnya 1.000 hari kehidupan anak. Karenanya, komisi yang dipimpin psikiatris kenamaan Boris Cyrulnik merekomendasikan cuti ayah yang lebih lama yaitu sembilan pekan. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT