23 September 2020, 09:02 WIB

Quality Spending Jadi Kunci BKN Raih WTP 11 Tahun Berturut-turut


mediaindonesia.com | Ekonomi

BADAN Kepegawaian Negara (BKN) kembali mempertahankan capaian Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dalam pelaporan keuangan negara selama sebelas tahun berturut-turut.

Apresiasi WTP ini merupakan realiasi pencapaian BKN yang secara konsisten mempertahankan akuntabilitas pertanggungjawaban dan pelaporan penggunaan anggaran negara.

Pemberian apresiasi WTP tersebut disampaikan secara simbolis oleh Menteri Keuangan RI pada Rapat Kerja Nasional Akuntasi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Tahun 2020 melalui aplikasi daring, Selasa (22/9).

Untuk percepatan realisasi anggaran BKN di tengah tantangan implikasi pandemi Covid-19, BKN menargetkan penggunaan anggaran yang tepat guna, tanpa mengesampingkan arahan Presiden dalam percepatan belanja negara.

"Sejumlah strategi percepatan dan ketepatan penggunaan anggaran dilakukan, mulai dari penyisiran program kerja BKN yang harus segera ditindaklanjuti; menerapkan quality spending dalam realiasasi penggunaan anggaran," kata Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Hukum dan Kerja sama BKN Paryono pada keterangan persnya.

"BKN juga menjaga akuntabilitas pertanggungjawaban penggunaan anggaran;dan pendokumentasian seluruh penggunaan anggaran di lingkungan BKN sesuai standar pelaporan keuangan negara di lingkup instansi pemerintah," jelasnya.  

Dalam pembahasan realisasi anggaran BKN beberapa waktu lalu, Kepala BKN Bima Haria Wibisana.sudah menyampaikan bahwa pencapaian BKN meraih WTP selama sebelas tahun berturut-turut harus tetap dijaga dan dibuktikkan dengan kepatuhan terhadap ketepatan penggunaan anggaran negara, karena percepatan realisasi anggaran BKN juga merupakan bagian dari stimulus pemulihan ekonomi yang belakangan menjadi perhatian khusus pemerintah. 

Sebelumnya BKN telah menerima hasil laporan pemeriksaan keuangan (LHP) BKN Tahun Anggaran 2019 dari Tim Auditor BPK pada 25 Agustus 2020, yang diterima secara langsung oleh Wakil Kepala BKN, Kepala Biro Keuangan, dan Inspektur BKN.  (OL-09)

BERITA TERKAIT