23 September 2020, 05:40 WIB

Warga di 82 Kelurahan Waspada Banjir


Put/Hld/Ssr/Dmr/J-2 | Megapolitan

SELURUH warga Jakarta yang bermukim di sepanjang daerah aliran Sungai (DAS) Ciliwung diimbau untuk tidak lengah dan waspada terhadap potensi banjir saat musim hujan tahun ini. Pemerintah Provinsi DKI menyebut ada puluhan kelurahan rawan mengalami bencana.

Di sisi lain, guna mengantipasi musibah tersebut, jajaran satuan kerja perangkat daerah (SKPD) DKI, khususnya Dinas Sumber Daya Air, juga intens melakukan tugas pengendalian banjir, seperti pengerukan lumpur di waduk, situ, dan embung yang menjadi daerah tangkapan air.

Demikian dikatakan Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria atau Ariza kepada wartawan di Gedung Balai Kota, Jakarta, kemarin. “Jajaran kami sudah siap dan kami minta masyarakat untuk bersiap di musim hujan. Ada 82 kelurahan yang dilalui Sungai Ciliwung yang dimungkinkan nanti terjadi genangan,” ujarnya.

Sejauh ini pengerukan dengan mengerahkan 54 alat berat milik Dinas SDA DKI juga difokuskan di 13 sungai di Jakarta. Bahkan, Dinas SDA DKI juga telah melakukan upaya untuk melancarkan aliran air ke beberapa waduk dengan membangun sodetan-sodetan dari saluran penghubung. Selain itu, pompa mobile maupun pompa stasioner terus disiagakan.

“Kemudian, kami lakukan terobosan-terobosan dengan membuat sodetan yang bisa mengalihkan air agar tidak terjadi banjir. Di tahun anggaran ini kami akan adakan mobile pump untuk bisa digunakan ketika banjir untuk mengatur alihkan genangan air atau banjir,” katanya.

Secara terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Andono Warih mengatakan tumpukan sampah mencapai 1.689 meter kubik (m3) terlihat di Pintu Air Manggarai. Sampah itu terseret dari Sungai Ciliwung yang meluap akibat hujan deras pada Senin (21/9) malam.

Pengamat tata kota Nirwono Joga mengingatkan Gubernur Anies Baswedan untuk melakukan pekerjaan rutin dalam mengantisipasi banjir meski dalam kondisi pandemi covid-19. Beberapa aktivitas yang perlu digencarkan ialah pengerukan sungai dan danau/waduk agar kapasitas daya tampung bertambah. “Kemudian membersihkan seluruh saluran air dari sampah dan endapan lumpur, memetakan kawasan rawan banjir untuk mempersiapkan antisipasi evakuasi jika Jakarta banjir kembali,” tukasnya.

Posko pengungsi

Untuk mengantisipasi banjir tahun ini, menurut Ariza, jumlah posko yang disiapkan akan lebih banyak daripada tahun-tahun sebelumnya. Tujuannya jumlah pengungsi di satu lokasi tidak terlalu padat sehingga tetap ada jaga jarak atau social distancing antarpengungsi.

“Sudah disiapkan titik pengungsi, jumlahnya dua kali lipat dari biasa. Pengungsian nanti kalau terjadi banjir dan pengungsian kota harus pakai protokol covid-19 termasuk jaga jarak. BPBD telah siapkan titik-titik atau tempat pe ngungsian dengan jumlah lebih besar,” ujar dia.

Pun masyarakat yang berada di 82 wilayah kelurahan rawan banjir juga diminta selalu waspada akan datangnya banjir, terutama air kiriman dari wilayah hulu. Ia mengharapkan masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, termasuk saluran, dan tidak membuang sampah di sembarang tempat. “Hal itu juga turut membuat saluran dan sungai mampat hingga menyebabkan genangan,” pungkasnya. (Put/Hld/Ssr/Dmr/J-2)

BERITA TERKAIT