23 September 2020, 03:30 WIB

Kemenperin Bangun Infrastruktur Digital


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

KEMENTERIAN Perindustrian (Kemenperin) berkomitmen untuk membangun infrastruktur digital guna menopang implementasi program prioritas pada peta jalan Making Indonesia 4.0 yang bertujuan meningkatkan daya saing industri nasional di kancah global.

"Salah satu visi Making Indonesia 4.0 adalah menjadikan Indonesia masuk jajaran 10 ekonomi terbesar di 2030," kata Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita lewat keterangan resmi diterima di Jakarta, kemarin.

Lebih lanjut, ia mengatakan pemanfaatan teknologi industri 4.0 diyakini memberikan keuntungan bagi perusahaan, antara lain dapat menaikkan efisiensi dan mengurangi biaya sekitar 12%-15%. Selain itu, infrastruktur digital berpotensi menghasilkan ratusan miliar dolar AS.

"Berdasarkan penelitian dari McKinsey & Company, pembangunan infrastruktur digital di Indonesia akan membawa peluang positif hingga US$150 miliar terhadap perekonomian global dunia pada 2025," terang Menperin.

Potensi itu, katanya, didukung karena Indonesia menjadi salah satu negara dengan pengguna internet tertinggi di dunia. Merujuk data dari Hootsuite, masyarakat Indonesia yang menggunakan koneksi internet di perangkat mobile seperti smartphone atau tablet mencapai 338,2 juta pengguna atau melebihi jumlah penduduk.

"Sebab rata-rata orang Indonesia punya dua ponsel, sedangkan penetrasi internet mencapai 175,4 juta orang atau sekitar 64% total penduduk di Indonesia, dengan pengguna sosial media sebanyak 160 juta,"jelas Menperin.

Sejumlah teknologi digital yang menjadi kunci pembangunan sistem industri 4.0 di antaranya artificial intelligence, internet of things (IoT), cloud, augmented reality, virtual reality, advanced robotic, dan 3D printing.

Pangsa pasar IoT di Indonesia diperkirakan berkembang pesat dan akan mencapai nilai Rp444 triliun pada 2022. Nilai tersebut disumbang dari konten dan aplikasi sebesar Rp192,1 triliun, disusul platform Rp156,8 triliun, perangkat IoT Rp56 triliun, serta jejaring dan gateway Rp39,1 triliun.

"Bisa dibayangkan perkembangan pesat ini merupakan kesempatan bagi kita semua," tandasnya. (Ins/E-3)

BERITA TERKAIT