23 September 2020, 03:25 WIB

Petani Tembakau Didorong Galang Dukungan


Media Indonesia | Ekonomi

WAKIL Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI dari Partai NasDem Lestarie Moerdijat meminta petani tembakau menggalang dukungan luas dari masyarakat terkait dengan penolakan terhadap kebijakan pemerintah untuk menerapkan simplifikasi cukai rokok pada 2021.

Lestarie meminta para petani berdialog dengan Komisi IV yang membidangi masalah perkebunan, Komisi XI yang membidangi masalah anggaran, dan komisi lainnya di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI. Dengan demikian, keberatan tersebut dapat disampaikan langsung oleh DPR kepada pemerintah.

"Sebenarnya tupoksi masalahnya ada di DPR RI. Karena itu, sebaiknya masyarakat petani tembakau atau industri hasil tembakau menyampaikan hal ini ke kawan-kawan di DPR RI," papar Lestarie saat berdialog secara daring dengan masyarakat industri hasil tembakau yang diwakili pengurus Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Jawa Barat dan Nusa Tenggara Barat (NTB) di Jakarta, Senin (21/9).

Pengurus APTI berdiskusi dengan Wakil Ketua MPR untuk menyampaikan penolakan atas rencana penaikan kembali tarif cukai rokok pada 2021 sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) RI NO.077/2020. Dalam PMK tersebut, selain akan kembali menaikkan tarif cukai di 2021, pemerintah berkeinginan memberlakukan simplifikasi penarikan cukai rokok.

Secara terpisah, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mengharapkan pemerintah pusat lebih memperhatikan penyerapan tenaga kerja di daerah ketika menerapkan sebuah kebijakan di masa pandemi.

"Kami berharap pemerintah pusat bisa menimbang-nimbang terhadap kebijakan yang akan berdampak pada pengurangan tenaga kerja," kata Bupati Bojonegoro Anna Muawanah.

Di Bojonegoro, selain sektor migas, sektor pertanian dan industri tembakau merupakan sumber perekonomian masyarakat karena menyerap banyak tenaga kerja.

Selain pertanian, industri tembakau menyerap tenaga kerja di sektor sigaret keretek tangan (SKT) di Bojonegoro. Kabupaten yang terletak di Jawa Timur itu merupakan salah satu daerah penghasil tembakau yang cukup besar. Bagi masyarakat setempat, industri SKT di Bojonegoro berperan penting secara ekonomi. Banyak warga yang menggantungkan kehidupan keluarga sebagai pekerja di SKT. (RO/E-3)

BERITA TERKAIT