23 September 2020, 05:24 WIB

12 Pejabat Baru KPK Terima Arahan Antirasuah


Dhk/P-2 | Politik dan Hukum

DUA belas pejabat struktur baru di lingkungan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dilantik, kemarin. Enam di antaranya berasal dari
Polri.

Dalam seremoni pelantikan, Ketua KPK Firli Bahuri berharap para pejabat baru tersebut bisa melaksanakan visi KPK untuk memberantas tindak pidana korupsi.

Firli menekankan visi itu yakni melakukan pencegahan dengan perbaikan sistem, pencegahan dan pendidikan masyarakat, penindakan dengan fokus pada pengembalian kerugian negara, dan komitmen transparansi, profesional, serta akuntabilitas.

“Saya ingin menyampaikan harapan besar masyarakat kepada KPK. Pemberantasan korupsi agar berdaya guna dan berhasil guna. Pemberantasan korupsi sebagaimana diamanatkan undang-undang ialah tindakan pencegahan dan pemberantasan korupsi,” ucap Firli.

Para pejabat baru itu yakni Direktur Penyidikan Setyo Budiyanto (berasal dari Polri), Direktur Pengaduan Masyarakat Tomi Murtomo (internal KPK), dan Direktur Pengolahan Informasi dan Data Riki Arif Gunawan (Kemenkominfo).

Kemudian, sembilan pejabat menjadi koordinator wilayak yakni Asep Rahmat Suwanda (internal KPK), Aminuddin (internal KPK), Budi Waluyo (internal KPK), Aida Ratna Zulaiha (internal KPK), Didik Agung Widjanarko (Polri), Agung Yudho Wibowo (Polri), Bahtiar Ujang Purnama (Polri), Kumbul Kuswijanto Sudjadi (Polri), dan Yudhiawan (Polri).

Indonesia Corruption Watch (ICW) sempat menyoroti pengisian posisi strategis di KPK yang didominasi perwira kepolisian. Di bidang penindakan, telah ada perwira kepolisian lainnya yakni Deputi Penindakan Karyoto, dan Direktur Penyelidikan Endar Priartono.

ICW khawatir banyaknya jabatan yang diisi dari anggota Polri akan menimbulkan persepsi negatif dan isu terkait independensi.

Di lain hal, Dewan Pengawas (Dewas) KPK memastikan sidang putusan kasus dugaan pelanggaran etik Ketua KPK Firli Bahuri digelar Kamis (24/9). Sidang pembacaan putusan sebelumnya ditunda lantaran anggota Dewas menjalani tes covid-19.

Tiga orang yang menjalani tes yakni Ketua Dewas Tumpak Hatorangan Panggabean dan dua anggota Albertina Ho serta Syamsuddin Haris. Berdasarkan hasil tes, Syamsuddin positif covid-19 sedangkan Tumpak dan Albertina negatif.

Firli diadukan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) lantaran menggunakan helikopter mewah saat perjalanan pribadi dari Palembang ke Baturaja, Sumatra Selatan, pada 20 Juni. (Dhk/P-2)

BERITA TERKAIT