23 September 2020, 03:20 WIB

Patimban Percepat Segitiga Ekonomi


Andhika Prasetyo | Ekonomi

PRESIDEN Joko Widodo menginstruksikan percepatan pembangunan Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat, guna mempercepat pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut.

Sesuai dengan rencana, pelabuhan terbesar di Indonesia itu akan terkoneksi dengan dua fasilitas besar lainnya di Jawa Barat, yakni Bandara Kertajati serta daerah industri di Bekasi, Karawang, dan Purwakarta. Tiga sentra bisnis itu diharapkan akan menjadi segitiga ekonomi yang akan memacu pertumbuhan di provinsi yang kini dipimpin Ridwan Kamil tersebut.

"Ketika Patimban rampung, kita harap segitiga kawasan pertumbuhan ekonomi bisa saling terkoneksi, mendukung satu sama lain. Dengan begitu, produk ekspor kita, terutama di bidang otomotif, bisa memiliki daya saing," ujar Jokowi saat memimpin rapat terbatas secara virtual, kemarin.

Presiden juga meminta pengelolaan Patimban bisa berjalan beriringan dengan Tanjung Priok yang ada di Jakarta. Kedua pelabuhan raksasa itu harus bisa saling melengkapi, bukan berjalan sendiri-sendiri atau malah bersaing.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menambahkan, Pelabuhan Tanjung Priok diorientasikan untuk melayani kegiatan industri yang berada di Bekasi Barat dan Tangerang, sedangkan Pelabuhan Patimban untuk industri yang berada di Bekasi Timur dan Karawang.

"Kita melihat bahwa Priok saat ini memang punya kendala karena pergerakan dari Bekasi, Karawang, dan Subang yang merupakan pusat industri itu relatif kurang maksimal," jelas Budi.

Pelabuhan Patimban ditargetkan dapat diresmikan (soft launching) pada tahun ini. Pelabuhan itu disebut akan menjadi pelabuhan terbesar di Indonesia pada 2027, terutama untuk ekspor otomotif Indonesia.

Pembangunan pelabuhan direncanakan dalam tiga tahapan proyek dengan total investasi sekitar Rp50 triliun. Pembangunan tahap pertama diperkirakan membutuhkan dana di kisaran Rp20 triliun.

Total luas area Pelabuhan Patimban secara keseluruhan mencapai 654 hektare. Dari jumlah tersebut, 300 hektare di antaranya akan diperuntukkan peti kemas dan terminal kendaraan. Kapasitas pelabuhannya nantinya mencapai sebesar 7,5 juta teu. (Pra/Ins/E-2)

BERITA TERKAIT