22 September 2020, 23:05 WIB

Batik Pacitan dan Anyaman Karya UKM Flores Bertahan Saat Pandemi


Husen Miftahudin | Humaniora

PT Pegadaian melibatkan usaha kecil menengah (UKM) Du Anyam asal Flores, NTT guna memproduksi masker kain dan tas ramah lingkungan.

Hal tersebut menjadi langkah konkret agar bisnis UKM kembali bangkit di tengah pandemi korona.

Pasalnya, UKM merupakan salah satu lini yang terguncang akibat pandemi korona.

Ketua Bidang Pendanaan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Elizabeth Thohir mengatakan, Pegadaian melibatkan desainer Tanah Air dalam mengkolaborasikan batik Pacitan sebagai dasar motif dan produk anyaman karya UKM lokal tersebut

"Salah satu contohnya desain dan produk hasil rancangan Samuel Wattimena untuk Pegadaian. Ini bukti bahwa budaya bisa menjadi inspirasi untuk menyemangati kita semua untuk bisa menjalani hidup dengan kenormalan baru dan bersama mengatasi pandemi covid-19," katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (22/9).

Du Anyam merupakan UKM yang beranggotakan para perempuan di Flores guna mempromosikan budaya Indonesia. Produk Du Anyam  sudah mampu bersaing secara global, serta memberdayakan wanita setempat.

Menurutnya, kain batik pacitan bermotif pace dengan warna alam yang dililit pada pegangan tas anyaman yang berasal dari tumbuhan purun tikus itu sangat modis saat dibawa berpergian.

Selain dengan Pegadaian, Dekranas juga mengkolaborasikan sejumlah desainer ternama dengan perusahaan BUMN lainnya, seperti Pertamina, PT Telkom, Bank BNI, dan Bank Mandiri ada sektor UKM bangkit di tengah pandemi covid-19.

"Pegadaian berkomitmen untuk melaksanakan kegiatan pengembangan masyarakat (community development) selaras dengan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs)," pungkas Elizabeth. (OL-8)


 




 



 

BERITA TERKAIT