23 September 2020, 02:10 WIB

Penyederhanaan Kurikulum masih Kajian Internal


MI | Humaniora

KEMENTERIAN Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengakui saat ini tengah menggodok penyederhanaan kurikulum. Tahapan yang berlangsung masih internal, berikutnya akan dibahas dengan melibatkan banyak pihak.

“Iya harus dikaji internal (dahulu). Sesuai prosedur seperti itu,” kata Kepala Pusat Kurikulum dan Perbukuan (Puskurbuk) Kemendikbud Maman Fathurrohman, kemarin. 

Maman menepis anggapan penyusunan penyederhanaan kurikulum dilakukan secara rahasia. Sesuai tahapannya, imbuh Maman,
setelah kurikulum dikaji secara internal, barulah diberikan kepada publik.

Masyarakat dann stakeholder pendidikan dilibatkan. “Setelah uji publik lalu harmonisasi dengan berbagai kementerian terkait sebelum akhirnya menjadi regulasi,” jelasnya.

Maman memastikan draf kajian yang bocor kepada publik baru-baru ini bukan dokumen final. Pasalnya, ada banyak versi atas hasil kajian internal dan diskusi tentang kurikulum.

Penuturan Maman tersebut sekaligus membantah tudingan mantan Ketua Tim Inti Kurikulum 2013 (Kurtilas) Said Hamid Hasan yang menyebut kajian penyederhanaan kurikulum terkesan rahasia dan tidak dilakukan oleh para ahli. 

“Kemendikbud juga dituding tidak melibatkan orang-orang yang berkompeten,” ujar Said, Senin (21/9).

Santer kabar jika salah satu anggota tim baru lulus pendidikan sarjana (S-1) di Sampoerna University pada 2019. Saat menanggapi hal tersebut Maman menyatakan semua pihak yang terlibat dalam kajian kurikulum sudah berkompeten meskipun mereka baru saja lulus pendidikan.

“Asalkan kompeten bisa direkrut diminta membantu Puskurbuk,” kata Maman kepada Medcom.id, kemarin.

Dia mengaku memang meminta beberapa pihak turut membantu pengkajian dan penyusunan kurikulum secara bersama. Tak hanya dari Sampoerna University, pihaknya juga meminta utusan perguruan tinggi negeri dan swasta lain terlibat.

Suara-suara tentang ketertutupan pembahasan kurikulum tersebut pada akhirnya memunculkan spekulasi bahwa ada pihak tertentu yang banyak dilibatkan dalam penyusunan penyederhanaan Kurikulum 2013 oleh Kemendikbud. 

Salah satunya yang santer disebut ialah lembaga filantropi Sampoerna Foundation. Dalam menanggapi kabar itu, Head of Marketing and Communications, Putera Sampoerna Foundation (PSF) Ria Sutrisno, membantahnya.

“PSF menyadari pentingnya kurikulum nasional sebagai panduan pendidikan nasional. Namun, PSF tidak berinisiatif melakukan perubahan atau penyederhanaan kurikulum nasional,” kata Ria kemarin.

Ria memastikan pihaknya juga tidak terlibat dan berpartisipasi dalam diskusi atau pembahasan kurikulum nasional beserta perubahan-perubahannya. “PSF fokus melatih dan menyebarkan praktik baik pendidikan ke seluruh penjuru Indonesia,” tegasnya. (Bay/H-1)

BERITA TERKAIT