23 September 2020, 01:45 WIB

Tes PCR Rutin Tekan Risiko Tenaga Kesehatan 


MI | Humaniora

KETUA Umum Pengurus Besar (PB) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr Daeng Mohammad Faqih mengatakan pemeriksaan rutin menggunakan polymerase chain reaction (PCR) terhadap dokter dan tenaga medis akan menekan risiko kematian akibat terpapar virus korona. 

“Pemeriksaan secara rutin dengan PCR akan menekan risiko serendahrendahnya,” kata Daeng saat diskusi daring Benteng Terakhir Penanganan Covid-19 yang digelar di Graha BNPB, Jakarta, kemarin.

Daeng mengatakan tingkat penularan pada tenaga medis terutama dokter, tergolong tinggi karena bersentuhan langsung dengan pasien positif covid-19. IDI juga mengapresiasi dukungan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 yang akan melakukan pemeriksaan PCR gratis bagi tenaga medis. 

“Meskipun baru dimulai di Jabodetabek, kami berharapini akan dilakukan di semua daerah, terutama di 9 atau 10 daerah sasaran utama yang kasusnya tinggi,” tuturnya.

Sementara itu, Daeng mengatakan IDI menilai terdapat dua hal yang perlu disiapkan menghadapi jumlah kasus covid-19 yang semakin melonjak. Pertama, Daeng meminta pemerintah menambah kapasitas layanan kesehatan.

“Kalau tidak, IDI khawatir saudara kita yang sakit tidak mendapatkan ruangan, kemudian petugas kesehatan bisa kewalahan menangani pasien jika overload,” kata Daeng.  

Jumlah pasien yang membludak di rumah sakit akan membuat dokter dan perawat kewalahan sehingga kelelahan dan mudah tertular virus korona. Kedua, IDI akan berembuk dengan seluruh tenaga kesehatan supaya mendorong masyarakat lebih disiplin lagi dalam menerapkan protokol kesehatan.

Daeng juga mengimbau seluruh tenaga kesehatan yang berjuang dan berada di garda terdepan sebagai benteng terakhir tetap bersemangat dalam melayani dan mengobati masyarakat.

Sekretaris Jenderal PP Ikatan Bidan Indonesia Dr Ade Jubaedah mengimbau para bidan agar tetap bekerja dengan semangat dan menerapkan protokol kesehatan secara baik sesuai anjuran pemerintah.

“Masyarakat harus tetap menjaga imunitas, memakai masker apabila ke luar rumah, mencuci tangan dengan sabun pada air mengalir dan hindari kerumunan,” pinta dia.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum DPP Persatuan Perawat Nasional Indonesia Harif Fadhillah berpesan agar masyarakat tetap menjaga diri dan kesehatan masingmasing bersama dengan perawat yang tetap memberikan layanan. (Ant/Ssr/H-3)
 

BERITA TERKAIT