22 September 2020, 20:29 WIB

Keraton Kasepuhan Cirebon Tiadakan Tradisi Panjang Jimat


Nurul Hidayah | Nusantara

SULTAN Sepuh XV PRA Luqman Zulkaedin menyatakan pihaknya akan mematuhi imbauan dan kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon, Jawa Barat untuk mencegah dan melindungi masyarakat dari tertular covid-19 dengan meniadakan tradisi panjang jimat dalam perayaan Maulid Nabi Muhammad tahun ini.

Sebagai ganti, akan dilakukan pembacaan sholawat, dzikir, doa, dan kitab barzanji oleh Kaum Masjid Agung, keluarga sultan, abdi dalem. "Kegiatan itu dilakukan secara terbatas dan tetap mengikuti protokol kesehatan," ungkap Luqman, Selasa (22/9).

Selain itu, pasar musiman di alun-alun Keraton Kasepuhan ditiadakan. Sedangkan tradisi caos atau silaturahmi masyarakat dengan sultan tetap dilakukan namun terbatas dan mematuhi protokol kesehatan.

Sedangkan untuk obyek wisata ziarah, religim dan budaya yang berada di bawah pengelolaan Keraton Kasepuhan tetap buka namun dengan mematuhi protokol  kesehatan. Ada pun obyek wisata tersebut yaitu Keraton Kasepuhan, Astana Gunung Jati, dan Taman Air Goa Sunyaragi.

Sultan Sepuh juga mengajak kepada seluruh masyarakat untuk sama-sama berdoa agar pandemi covid-19 ini bisa segera berakhir. "Semoga kita selalu diberi kesehatan dan keselamatan," ungkap Luqman.

Sebelumnya, Sultan Sepuh XV PRA Luqman Zulkaedin sempat menyatakan jika sejumlah tradisi panjang jimat tetap akan digelar. Diantaranya pedagang musiman yang tetap diperbolehkan berjualan sekalipun jumlahnya terbatas.

Namun Pemkot Cirebon mengeluarkan surat rekomendasi untuk meniadakan kegiatan muludan tahun ini. Untuk tradisi panjang jimat bisa tetap dilakukan namun terbatas yaitu hanya dilakukan oleh keluarga dan di dalam keraton. (R-1)

 

BERITA TERKAIT