22 September 2020, 13:40 WIB

Dukung Terwujudnya Indonesia Bebas Sampah pada 2030


Eni Kartinah | Humaniora

BERDASARKAN data Sustainable Waste Indonesia 2018, Indonesia diperkirakan menghasilkan 64 juta ton sampah per tahun. Besarnya jumlah sampah tersebut bersumber dari rumah tangga (48%), pasar tradisional (24%), kawasan komersial (9%) dan sisanya dari fasilitas publik.

Dari jumlah sampah tersebut, hanya 7% yang berhasil didaur ulang, sedangkan 69% berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan 24% dibuang tanpa ijin. Menyingkapi kondisi ini, PT Hero Supermarket, Tbk (HERO Group), Nutrifood dan Garnier berkolaborasi untuk membantu dalam mengurangi jumlah sampah kemasan melalui peluncuran program dropbox sampah kemasan. Aksi kolaborasi itu merupakan wujud dukungan swasta terhadap PP RI No 97 tahun 2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga (Jakstranas).

Baca juga: KLHK Susun Pedoman Pelaksana dari Perpres Pengelolaan Sampah

Aksi kolaborasi ini diawali dengan penempatan lima dropbox sampah kemasan di sejumlah gerai Giant di kawasan Jabodetabek  pada pekan ke-3 September. Jumlah itu akan terus ditingkatkan serta diperluas ke berbagai wilayah. Jenis sampah yang dikumpulkan pada dropbox sampah kemasan adalah valuable inorganic waste yang dibagi menjadi tiga kategori, yakni kategori sampah kemasan kertas,  kategori sampah kemasan plastik, serta kategori sampah kemasan kaca.

Direktur Pengelolaan Sampah, Direktorat Jenderal PSLB3, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Novrizal Tahar, menyatakan dukungnya atas program tersebut. “Pemerintah sangat mengapresiasi aksi kolaborasi HERO Group, Nutrifood dan Garnier terkait program ini, sebagai salah satu upaya kolektif dalam penyelesaian masalah sampah kemasan, terutama sampah plastik di Indonesia."

"Hadirnya program dropbox sampah kemasan ini sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam pengurangan sampah, khususnya pengurangan sampah oleh produsen di Indonesia, seperti diamanatkan dalam UU RI No. 18 tahun 2009 tentang Pengelolaan Sampah, PP RI No. 81 tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Jenis Rumah Tangga, dan Peraturan Menteri LHK No. P.75 tahun 2019 terkait Peta Jalan Pengurangan Sampah oleh Produsen,” lanjutnya.

Head of Communication and Government Relations, Hero Supermarket, Diky Risbianto menjelaskan program CSR ini dilakukan sebagai langkah perusahaan guna menciptakan kualitas lingkungan dan kesehatan yang lebih baik. “Sebagai perusahaan retail, kami menyadari penuh tanggung jawab kami terhadap sampah-sampah yang dihasilkan oleh produk yang dijual di gerai kami. Oleh karena itu, kami menghadirkan program ini guna meningkatkan penyerapan sampah kemasan untuk kemudian dapat didaur ulang. Melalui kolaborasi ini, kami berharap dapat menginspirasi konsumen untuk ikut mengurangi jumlah sampah ke TPA dengan mendaur ulang sampah kemasan mereka,” jelas Diky.

Senada, Head of Corporate Communication Nutrifood, Angelique Dewi menyatakan ide lahirnya program Dropbox Sampah Kemasan ini berawal dari kepedulian Nutrifood bersama HERO Group dan Garnier akan permasalahan sampah kemasan di Indonesia. “Sebagai komitmen dan tanggung jawab Nutrifood dalam menjalankan bisnis berkelanjutan serta menginspirasi masyarakat hidup sehat, Nutrifood turut ambil bagian dalam solusi permasalahan sampah di Indonesia, salah satunya melalui program kolaborasi Dropbox Sampah Kemasan.”

Dukungan yang sama juga diutarakan oleh Mohamad Fikri, CPD Communications Manager, L’Oréal Indonesia selaku perwakilan dari Garnier Indonesia. “Sebagai bagian dari L’Oréal for the Future 2030, Garnier berkomitmen untuk mengubah seluruh rantai nilai kami menjadi lebih ramah lingkungan tanpa berkompromi mengenai keamanan dan kualitas produk kami. Selain itu kami juga mengambil lebih banyak aksi melawan polusi plastik di Indonesia."

Sementara itum pendiri Green Movement Indonesia yang juga Duta Lingkungan Hidup, Tasya Kamila menyatakan dukungannya dan partisipasinya dalam program itu. “Kami percaya bahwa anak muda perlu punya gaya hidup lebih hijau sejak dini serta memiliki peranan sangat penting dalam pengentasan masalah lingkungan, salah satunya terkait pengurangan jumlah sampah di Indonesia."

Dalam pelaksanaannya, seluruh sampah yang telah terkumpul akan diangkut oleh mitra penjemput, yaitu Bank Sampah Rumah Harum Depok, untuk selanjutnya disalurkan dan diolah oleh sentra-sentra daur ulang menjadi barang-barang yang berguna serta bernilai ekonomi. (RO/A-1)

BERITA TERKAIT