22 September 2020, 19:15 WIB

Indonesia di Jurang Resesi, Banggar DPR: Jangan Seperti Anies


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

KETUA Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah meminta pemerintah tidak membuat kebijakan yang gaduh jelang resesi di kuartal III 2020. Ia menyinggung soal penerapan PSBB kembali di Jakarta yang berdampak menurunnya aktivitas ekonomi.

“Tidak perlu membuat kegaduhan, baik karena akrobat kebijakan maupun pernyataan. Resesi sudah hampir pasti kita hadapi,” ungkap Said dalam keterangan resminya, Jakarta, Selasa (22/9).

Said menuturkan, beberapa sektor yang mengalami pertumbuhan negatif paling dalam diantaranya, angkutan udara minus 77,24%, penyediaan akomodasi minus 42,25%, lalu ada industri angkutan minus 37,54%, pergudangan dan jasa penunjang angkutan minus 34,88%, perdagangan mobil, sepeda motor dan reparasi minus 30,60%.

Baca juga: Indonesia Resesi, Menkeu Prediksi Ekonomi Q3 Tumbuh Negatif

Politikus PDIP itu mengatakan, dengan diberlakukannya PSBB di Jakarta oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, berpotensi akan kembali memberi tekanan pada ekonomi di kuartal IV Tahun 2020.

“Pelajaran penting dari kebijakan pengetatan PSBB oleh Gubernur Jakarta yang tidak dipersiapkan sedari awal. Begitu mendadaknya pengumuman PSBB, dampaknya guncangan di pasar saham," tukas Said.

Terpisah, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memprediksikan ekonomi indonesia akan masuk resesi pasalnya perkiraan kondisi perekonomian nasional di triwulan III 2020 yang masih tumbuh di zona negatif. Setelah sebelumnya pada kuartal kedua juga tumbuh negatif.

Dengan ekonomi yang masih mengalami kontraksi di kuartal ketiga, Menkeu juga kembali merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional di 2020 menjadi -1,7% hingga -0,6%. Perkiraan itu lebih dalam dari taksiran pertumbuhan sebelumnya di kisaran -1,1% hingga 0,2%. (OL-4)

BERITA TERKAIT