22 September 2020, 18:38 WIB

Tips Perpanjang Usia Pakai Ban


RO | Otomotif

BAN mobil terkadang menjadi salah satu komponen yang sering luput dari pengecekan pengguna. Perawatan ban kerap terlupakan bila tidak dalam kondisi bocor atau kempis. Padahal komponen ini memiliki peran vital pada perjalanan dan keselamatan berkendara. 

Head of After Sales & CS Operation PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) Boediarto menyampaikan pentingnya peran ban mobil dalam memastikan kondisi berkendara aman dan nyaman.

“Sebagai komponen mobil yang bergerak yang secara langsung bersentuhan dengan permukaan jalan ban memiliki peranan penting dan membutuhkan pengecekan dan perawatan secara berkala," ujar Boediarto. 

Perawatan yang dapat diterapkan oleh pengguna menurut Boediarto, dapat dilakukan dengan merotasi ban, memeriksa tekanan udara, melakukan spooring dan balancing, serta mempersiapkan kondisi ban cadangan.

Ada beberapa poin utama yang diperlukan dalam pengecekan ban mobil:

Cek Tekanan Udara
Poin ini adalah poin yang sangat mendasar. Anda dapat dengan mudah melihat sekeliling mobil, apakah ada ban yang kempes atau tekanan udaranya berkurang. Selain demi keamanan dan kenyamanan, tekanan udara yang sesuai dengan spesifikasi akan membuat usia ban lebih panjang dan juga hemat bahan bakar.
Jika tekanan udara pada ban berkurang, maka risiko terjadinya pecah ban lebih besar. Karena dinding samping ban akan dipaksa selalu bersentuhan dengan jalan dan pada akhirnya menjadi aus/tipis sehingga tidak akan kuat menahan bobot mobil

Ukuran Standar Tekanan Udara
Untuk melihat ukuran tekanan ban sesuai standar pabrikan dapat dilihat pada stiker yang biasanya terdapat pada pilar B bagian kanan pintu depan mobil, pada sisi pengemudi. Bisa juga dengan melihat pada buku manual kendaraan.
Tekanan udara maksimum yang diijinkan pabrikan ban juga biasanya tercetak di dinding ban, jangan melampaui batas ini.

Melakukan Rotasi Ban
Pada jarak waktu tertentu, melakukan rotasi atau perpindahan posisi keempat ban mobil sangat diperlukan. Gunanya agar tingkat keausan ban akan menyebar secara merata, sehingga mempengaruhi kenyamanan berkendara sekligus memperpanjang usia pakainya.
Ada banyak cara melakukan rotasi ban, disesuaikan dengan jenis ban yang digunakan. Rotasi ban ini direkomendasikan untuk dapat dilakukan tiap kelipatan 10.000 km

Rutin Spooring – Balancing
Selain rotasi ban, setiap kendaraan juga diharuskan untuk melakukan pengecekan berkala terhadap kondisi keselarasan dan keseimbangan roda-rodanya yang dikenal dengan istilah spooring dan balancing. Idealnya dilakukan setiap 10.000 km bersamaan dengan rotasi ban.
Spooring adalah istilah lain dari proses wheel alignment. Tujuannya untuk meluruskan kembali kedudukan empat roda mobil seperti semula. Menyimpangnya keselarasan roda akan membuat setir cenderung menarik ke kiri atau ke kanan saat melewati jalan bergelombang.
Sedangkan balancing adalah proses menyeimbangkan perputaran roda. Roda yang tidak seimbang akan menimbulkan getaran pada setir pada kecepatan tertentu. Jika didiamkan, selain membuat tidak nyaman juga dapat berakibat keausan ban yang tidak merata.

Perhatikan Muatan Beban Kendaraan
Usia ban juga ditentukan oleh cara berkendara Anda, salah satunya dengan menjaga beban sesuai kapasitas yang dianjurkan. Jangan melebihi kapasitas beban angkut karena akan mengganggu fungsi ban dan pengereman yang mebahayakan keselamatan berkendara. 
Selain itu, gaya mengemudi akan menentukan usia pakai ban. Contohnya jika Anda terlalu sering melakukan pengereman dan menikung pada kecepatan tinggi, maka akan membuat ban cepat aus selain juga berbahaya.

Periksa Kondisi Ban Cadangan
Kita tidak tahu kapan akan membutuhkan ban cadangan. Meskipun fungsinya dan statusnya sebagai cadangan, tapi harus tetap dipastikan ban selalu dalam kondisi siap saat akan digunakan. 
Untuk itu ban cadangan harus diperiksa secara teratur baik tekanan udara maupun tampilannya, sehingga dapat digunakan pada saat kapanpun.

Saat terjadi masalah pada ban, pastikan untuk mengganti ban di tempat yang aman. Pastikan kunci-kunci roda ada di mobil dan tidak lupa untuk memasang segitiga peringatan dengan jarak sekitar 20 meter di belakang mobil. (S-4)

BERITA TERKAIT