22 September 2020, 17:54 WIB

KPU Cianjur Fasilitasi Pakta Integritas Protokol Kesehatan


Benny Bastiandy | Nusantara

KOMISI Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, akan memfasilitasi ditandatanganinya pakta integritas memperketat penerapan protokol kesehatan bagi pasangan calon bupati dan wakil bupati selama berjalannya tahapan Pilkada. Secara otomatis, setiap pasangan calon beserta timnya harus mematuhi poin-poin yang tertuang dalam pakta integritas tersebut.

"Termasuk saat nanti dilaksanakannya pleno penetapan pasangan calon serta pengundian nomor urut, masing-masing pasangan calon sudah imbau tak membawa massa atau simpatisan. Pembacaan dan penandatanganan pakta integritas ini akan kami laksanakan saat pleno pengundian nomor urut," kata Komisioner Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Kabupaten Cianjur, Ridwan Abdullah, Selasa (22/9).

Ridwan juga memastikan pelaksanaan rapat pleno penetapan pasangan calon bupati dan wakil bupati Cianjur pada Rabu (23/9) dilakukan secara tertutup. Pleno hanya diikuti oleh Komisioner KPU Kabupaten Cianjur.

"Tidak ada pihak lain yang kami undang saat pleno penetapan pasangan calon. Selesai pleno, kita undang LO (tim penghubung) dan Bawaslu serta pihak terkait lainnya, sekaligus menyerahkan salinan keputusan penetapan paslon dilanjutkan dengan rapat koordinasi persiapan pengundian nomor urut pasangan calon," jelas Ridwan.

Ridwan menjelaskan, rapat pleno penetapan paslon secara tertutup mengacu kepada SK KPU RI Nomor 394 tentang petunjuk teknis dalam penetapan paslon.

Sementara terkait pengundian nomor urut, Ridwan mengatakan akan dilaksanakan di Ballroom Hotel Yasmin, Cipanas, Kamis (24/9) mulai pukul 12.00-16.00 WIB. Selain paslon, nantinya yang diundang yakni pimpinan partai politik pengusul, tim kampanye yang jumlahnya dibatasi, LO dan Bawaslu.

Ketua Bawaslu Kabupaten Cianjur, Usep Agus Zawari, memastikan akan mengawasi setiap tahapan Pilkada Kabupaten Cianjur untuk mendeteksi potensi sengketa jika ada kandidat yang tidak memenuhi syarat (TMS).

"Hari ini kita sudah menggelar rakor bersama KPU, Pemkab Cianjur, dan Polres Cianjur, membahas teknis untuk kegiatan pengundian nomor urut
pada 24 September. Bawaslu berharap semua mematuhi protokol kesehatan Covid-19," tegas Usep.

Ia mengimbau seluruh paslon bupati dan wakil bupati Cianjur untuk tidak membawa massa berlebihan pada saat pelaksanaan pengundian nomor urut. "Sebisa mungkin tidak ada paslon yang membawa massa. Kita tidak ingin tahapan pelaksanaan Pilkada ini pada akhirnya jadi klaster baru covid-19," pungkasnya.

BERITA TERKAIT