22 September 2020, 16:30 WIB

Pemerintah Diminta Tegur Provider yang Manfaatkan Program Subsidi


Atikah Ishmah Winahyu | Humaniora

PROGRAM subsidi kuota internet yang digelar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dimanfaatkan oleh sejumlah penyedia jasa telekomunikasi agar layanannya digunakan oleh para siswa yang melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Bahkan, ada provider yang memberikan imbalan kepada pihak sekolah untuk melancarkan upayanya.

“Beberapa hari lalu, beberapa iklan provider memberikan ini itu kepada sekolah, misalnya kepala sekolah diberi ini itu agar menggunakan providernya,” ungkap anggota Ombudsman Ahmad Su’adi kepada Media Indonesia, Selasa (22/9).

Menurut Su’adi, pemerintah perlu menegur pihak provider yang memanfaatkan situasi dengan menggunakan cara tidak sehat. Dia menuturkan, pemberian hadiah kepada pihak sekolah oleh provider bisa dikategorikan sebagai gratifikasi.

Selain itu, Kepala Sekolah dan Kepala Dinas juga harus diberi peringatan keras agar tidak membantu provider dalam melakukan kecurangan.

“Jangan sampai program yang niatnya baik ini kemudian dimanfaatkan oleh pedagang yang culas,” imbuhnya.

Baca juga:  Sumut Minta Provider Jual Paket Data Murah

Su’adi menilai dalam penyaluran subsidi, Kemendikbud juga perlu memastikan bantuan ini sampai ke masyarakat yang membutuhkan. Sebab, sebelumnya, dilaporkan anggota Ombudsman Alvin Lie justru mendapat subsidi kuota padahal dirinya bukan pihak yang membutuhkan bantuan tersebut.

Su’adi menegaskan dalam beberapa hari ke depan Ombudsman akan melakukan pengawasan terhadap penyaluran subsidi kuota ini untuk meminimalisir terjadinya kecurangan.

“Ombudsman dalam beberapa hari yang akan datang akan melakukan pengawasan ini karena ini sangat penting berkaitan dengan pendidikan dan pemerataan kepada semua siswa,” ungkapnya.(OL-5)

BERITA TERKAIT