22 September 2020, 17:15 WIB

Covid-19 Rentan Menyebar Pada Penerbangan Jarak Jauh


Mediaindonesia.com | Weekend

SEMUA industri penerbangan di seluruh dunia telah menggembar-gemborkan bahwa penerbangan merupakan aktivitas berisiko rendah selama pandemi korona. Namun, baru-baru ini studi internasional sangat menyatakan Covid-19 dapat ditularkan pada penerbangan jarak jauh.

Dilansir dari Forbes, Senin (20/9), studi pertama dari Institut Nasional Hegiene dan Epidemiologi, Vietnam yang muncul di Jurnal Emerging Infectious Diseases pada edisi November 2020, menyatakan pada penerbangan jarak jauh risiko penyebaran virus korona sangat tinggi.

Para Ilmuwan menyelidiki kasus pada penumpang penerbangan komersial Vietnam Airlines selama 10 jam dari London ke Hanoi pada 2 Maret 2020. Para peneliti melacak 217 penumpang, awak kabin, dan kontak secara dekat dalam jarak dua meter lebih dari 15 menit.

Hasilnya, para peneliti mengidentifikasi 16 orang yang terinfeksi virus korona. Dua belas di antaranya adalah penumpang yang duduk di kelas bisnis. Tempat duduk yang berdekatan juga memiliki peningkatan risiko infeksi. Empat orang lainnya  tertular karena melakukan kontak pribadi sesama penumpang.

Studi kedua, yang juga muncul di Jurnal Emerging Infectious Diseases dilakukan oleh para kelompok ilmuwan lembaga multinasional, termasuk London School of Hygiene & Tropical Medicine, University of Hongkong.

Dalam penyelitian itu, mereka menyelidiki empat penumpang dengan infeksi virus korona  yang mengalami dua sindrom pernafasan akut parah selama melakukan penerbangan selama 15 jam dari Boston ke Hongkong pada 9 Maret 2020. Kluster tersebut terdiri dari dua penumpang dan dua awak kabin. Mereka pada awalnya tidak menunjukan gejala saat penerbangan. Namun, dalam lima hingga sebelas hari kemudian mereka dinyatakan positif Covid-19.

Dua penumpang merupakan sepasang suami istri yang duduk di kursi kelas bisnis dekat jendela. Keduanya mengalami gejala beberapa hari setelah penerbangan dan dirawat di rumah sakit pada 14 Maret dan dinyatana positif SARS-CoV-2. Salah satu dari dua awak kabin yang positif,  ternyata ikut melayani sepasang suami istri itu selama penerbangan. (Yulia Kendria/M-4)

 

BERITA TERKAIT