22 September 2020, 13:52 WIB

Indikasi Pencucian Uang di Perbankan Picu Sentimen Saham


Fetry Wuryasti | Ekonomi

Maraknya sentimen negatif dari dalam dan luar negeri membuat Samuel Sekuritas memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan bergerak melemah. Beberapa sentimen yang dapat mempengaruhi perdagangan hari ini antara lain kasus dokumen Financial Crimes Enforcement Network (FinCEN) yang bocor mengindikasikan transaksi pencucian uang oleh beberapa bank besar dengan nilai mencapai US$504,65 juta atau sekitar Rp7,46 triliun.

Saham JP Morgan Chase & Co dan Bank of New York Mellon Corp ditutup turun -3.1% dan -4.0%. Dollar indeks menguat menjadi 93.56 dan harga komoditas emas turun menjadi US$1.917 (Rp28,24 juta) per troy ons.

Dari dalam negeri, Indonesia kembali mencatatkan rekor tertinggi baru high baru covid-19 sebesar 4.176 kasus dan mendekati total kasus 250 ribu.

"Pagi ini Indeks Kospi dibuka dan diperdagangankan di zona negatif -0,82% sementara Indeks Nikkei tutup. Kami proyeksi IHSG pada perdagangan hari ini kembali melemah dengan masih banyaknya sentimen negatif dari dalam dan luar negeri," kata Head of Equity Research, Strategy, Banking, Consumer (Staple) Samuel Sekuritas Suria Dharma, Selasa (22/9).

Pemerintah akan menurunkan suku bunga penempatan PEN tahap dua di perbankan menjadi 2,8% dari sebelumnya 3,42%. Pada tahap pertama, pemerintah telah menempatkan dana Rp30 triliun di bank Himbara dan Rp11,5 triliun di BPD.

Suku bunga 2,8% ini didapat berdasarkan suku bunga lelang terakhir BI 3 Months Reserve Repo Rate (BI3MRRR) yang berlaku September 2020 sebesar 3,8% dikurangi 1%.

Rencananya pemerintah akan menempatkan dana tahap 2 ini di akhir September 2020. Pagu yang masih tersedia adalah Rp37,8 triliun.

"Pemerintah sebenarnya berencana menempatkan dana tersebut juga di bank swasta besar yang memenuhi syarat, tapi tampaknya bunga dari dana penempatan itu diperkirakan lebih tinggi dari Cost of Fund (beban biaya) bank swasta terkait sehingga kurang menarik," kata Suria Dharma. (E-3)

BERITA TERKAIT