22 September 2020, 12:57 WIB

Sejumlah Negara Bagian di Australia Mulai Buka Perbatasan


Faustinus Nua | Internasional

BEBERAPA negara bagian di Australia mengumumkan akan melonggarkan pengawasan di perbatasan karena jumlah kasus covid-19 yang terus menurun dalam beberapa pekan terakhir.

Para pejabat mengatakan Negara Bagian Queensland akan membuka perbatasannya dengan New South Wales (NSW), negara bagian terpadat di negara itu. Hal itu didukung dengan meningkatnya kepercayaan bahwa gelombang kedua infeksi Australia telah diatasi.

NSW telah mempertahankan infeksi harian baru dalam satu digit sejak 11 September. Negara bagian itu melaporkan hanya dua kasus dalam 24 jam terakhir, dengan keduanya adalah pelancong luar negeri yang sudah dikarantina.

Baca juga: Ekonomi AS Hanya akan Pulih Jika Warga Merasa Aman

Sementara, Queensland tidak memiliki kasus baru, kata Premier Queensland Annastacia Palaszczuk.

Penduduk dari beberapa daerah tetangga, termasuk tempat wisata NSW di Byron, akan diizinkan melakukan perjalanan ke Queensland dalam beberapa hari mendatang.

"Daerah-daerah ini memiliki banyak kesamaan dengan Queensland. Mereka biasanya banyak berbisnis di Queensland. Jadi, kami yakin ini adalah tindakan yang tepat untuk diambil," katanya kepada wartawan.

Premier Australia Selatan Steven Marshall juga mengatakan negara bagian berencana mengizinkan penduduk NSW melintasi perbatasan tanpa mengisolasi diri selama 14 hari mulai Kamis (24/9). Australia Selatan belum melaporkan kasus baru dalam hampir dua minggu.

Namun, di Victoria, negara bagian yang menjadi pusat gelombang kedua covid-19, melaporkan 28 kasus baru, naik dari 11 pada Senin (21/9).

Premier Victoria Daniel Andrews mengatakan peningkatan kasus baru itu kemungkinan hasil dari peningkatan tes yang dilakukan selama akhir pekan. Sehingga belum bisa diterapka pelonggaran perbatasan.

"Ini sangat menantang, tetapi ini membutuhkan waktu, karena sifat dari virus ini adalah ada latensi, ada kelambatan itu," katanya kepada wartawan.

Victoria telah berkontribusi sekitar 75% dari hampir 27.000 kasus infeksi di Australia dan sekitar 90% dari 851 kematiannya. (CNA/OL-1)

BERITA TERKAIT