22 September 2020, 12:47 WIB

Tim Labfor Polda Jateng Selidiki Penyebab Kebakaran Pasar Wage


Lilik Darmawan | Nusantara

TIM Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Tengah (Jateng) turun ke Pasar Wage untuk menyelidiki penyebab kebakaran pasar terbesar di Kota Purwokerto itu. Hingga kini belum dapat diketahui penyebab kebakaran. Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Banyumas juga telah memeriksa 10 saksi, di antaranya pedagang dan petugas keamanan pasar.

Kapolresta Banyumas Komisaris Besar Whisnu Caraka mengatakan  sampai sekarang penyebab kebakaran belum diketahui. Sebab, tim Labfor Polda Jateng masih turun ke lapangan untuk melakukan penyelidikan. 

"Jadi Tim Labfor itu bekerja untuk menyelidiki kepastian sumber titik api. Sementara kami bekerja mengumpulkan data dari para saksi. Setelah itu, nantinya akan dapat disimpulkan penyebabnya," ¬Ěkata Kapolresta, Selasa (22/9).

Sementara Kepala Satreskrim Polresta Banyumas Ajun Komisaris Berry mengatakan bahwa ada empat personel dari Labfor yang menyelidiki kebakaran Pasar Wage. 

"Tim mulai bekerja di lantai bawah, karena berdasarkan keterangan dari para saksi. Api berasal dari lantai bawah di blok B. Namun demikian, tidak menutup kemungkinan nanti juga melakukan penyelidikan di lantai dua," lanjut Whisnu Caraka.

Ia mengatakan sejauh ini pihaknya telah melakukan pemeriksaan kepada 10 saksi yang berasal dari pedagang, petugas keamanan, personel tim pemadam kebakaran dan petugas pasar. 

"Dari pemeriksaan sementara, api diduga kuat berasal dari lantai bawah dan sudah diketahui cukup besar. Kemudian merembet ke tempat lain hingga lantai dua," ujarnya.

baca juga: Di Tengah Pandemi, NTT Tetap Waspadai Demam Berdarah

Ia menjelaskan, secara total kios yang hangus terbakar pada lantai satu ada 27 kios dan 108 petak. Sedangkan di lantai dua, ada 19 kios dan 16 los. Ada 110 pedagang terdampak. Sementara petugas Pasar Wage, Sigit mengatakan bahwa sementara ini pedagang masih belum berjualan. Para pedagang masih menunggu hasil rapat kapan mereka bisa berjualan kembali. (OL-3)

BERITA TERKAIT