22 September 2020, 12:16 WIB

Wapres: E-Learning Bisa Tingkatkan Akses ke Pendidikan Tinggi


Emir Chairullah | Humaniora

WAKIL Presiden Ma’ruf Amin meyakini sistem pembelajaran e-learning (sistem pembelajaran daring) bisa meningkatkan aksesabilitas masyarakat ke pendidikan tinggi. Sistem ini membuat masyarakat bisa belajar kapan dan di mana saja dengan biaya lebih terjangkau dan waktu belajar yang lebih fleksibel. 

“Sehingga masyarakat yang dapat menikmati pendidikan tinggi akan terus bertambah sejalan dengan upaya pemerintah menempatkan pembangunan SDM unggul sebagai prioritas nasional. SDM unggul merupakan kunci untuk memenangkan persaingan global,” tegas Wakil Presiden (Wapres) K. H. Ma’ruf Amin pada acara Peresmian Universitas Siber Asia melalui konferensi video di kediaman resmi Wapres, Selasa (22/9).

Baca juga: Sembuh, Pegawai Kemenkes Sudah Masuk Kerja

Walaupun demikian, tambah Ma’ruf, institusi yang menyelenggarakan pendidikan tinggi model ini masih terbatas. Saat ini baru sekitar 20 dari 4.741 perguruan tinggi di Indonesia yang menerapkan e-learning. 

“Karena itu, saya berharap dengan makin banyaknya lembaga pendidikan yang membuka sistem pembelajaran daring atau e-learning, semakin banyak kesempatan masyarakat untuk melanjutkan pendidikan tinggi,” imbau Wapres.

Lebih lanjut Wapres menyebutkan, selain akses, e-learning juga dapat mengasah kemampuan teknologi informasi masing-masing peserta didik, sehingga menambah kualitas mereka untuk bersaing di kemudian hari. 

“Sistem pembelajaran online secara tidak langsung meningkatkan penguasaan skill teknologi dan informasi bagi mahasiswanya. Hal ini sangat diperlukan karena penguasaan teknologi informasi menjadi syarat mutlak dalam upaya meningkatkan daya saing dan kualitas SDM,” paparnya.

Wapres mengingatkan, e-learning memiliki tantangan tersendiri. Waktu dan tempat belajar yang bisa dilakukan di mana saja berpotensi memunculkan ketidakdisiplinan dalam belajar. Oleh karena itu, diperlukan kreativitas yang tinggi, baik bagi pengajar maupun mahasiswanya, untuk memastikan e-learning berjalan lancar dan efektif. 

“Para dosen harus keluar dari gaya konvensional dan lebih inovatif dalam menyiapkan materi dan mekanisme pembelajaran, serta memanfaatkan seluruh potensi teknologi yang ada untuk membantu pelaksanaan pembelajaran. Di sisi lain, mahasiswa juga dituntut harus lebih mandiri. Mahasiswa harus dapat memanfaatkan seluruh sumber pengetahuan untuk melengkapi proses pembelajaran jarak jauh ini,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Ma’ruf meminta Universitas Siber Asia membekali para peserta didik dengan pendidikan karakter kebangsaan, cinta tanah air, mengutamakan kepentingan masyarakat serta tidak memandang suku, agama maupun golongan. Ia juga berpesan, sebagai perguruan tinggi yang mengusung pembelajaran penuh secara online, Universitas Siber Asia dapat terus meningkatkan mutu dan pemerataan kualitas pendidikan di Indonesia serta mendorong daya saing di tingkat internasional. 

“Saya minta jangan terjadi moral hazard (penyimpangan moral) yang menggampangkan metode pembelajaran secara daring ini. Tidak boleh ada excuse terhadap kualitas, baik kualitas pembelajaran maupun pengujian,” pungkasnya. (Che)
 

BERITA TERKAIT