22 September 2020, 11:56 WIB

82 Kelurahan Terancam Banjir, Ini Upaya Pemprov DKI


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

WAKIL Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria atau Ariza mengatakan sejauh ini terdata ada 82 kelurahan yang rawan mengalami bencana banjir di musim hujan karena letaknya yang berada di daerah aliran Sungai Ciliwung yang ada di Ibu Kota.

Ia pun meminta masyarakat untuk senantiasa siap dan waspada terhadap potensi banjir yang menghantui di kala musim hujan tiba. Di samping itu, jajaran SKPD terutama Dinas Sumber Daya Air juga intens melakukan tugas-tugasnya untuk pengendalian banjir.

Baca juga: Sembuh, Pegawai Kemenkes Sudah Masuk Kerja

"Jajaran kami sudah siap dan kami minta masyarakat untuk bersiap ada 82 kelurahan yang dilalui Sungai Ciliwung yang dimungkinkan nanti terjadi genangan. Karena itu kita minta masyarakat bersiap di musim hujan," kata Ariza di Balai Kota, Selasa (22/9).

Untuk mengantisipasi bencana banjir, Ariza menjelaskan pihaknya sudah melakukan berbagai langkah seperti melakukan pengerukan di waduk, situ, dan embung yang menjadi daerah tangkapan air. Selain itu, pengerukan juga dilakukan di seluruh saluran air dan sungai-sungai yang ada dengan mengerahkan seluruh alat berat milik Dinas Sumber Daya Air.

"Pengerukan sungai ada 13 sungai di Jakarta. Kemudian waduk dan situ yang ada di Jakarta mengerahkan 54 ekskavator yang kami miliki di DKI Jakarta. Terus kami kerjakan sepanjang hari tidak berhenti," tegasnya.

Di samping itu, Dinas SDA DKI Jakarta menurut Ariza juga telah melakukan upaya untuk melancarkan aliran air ke beberapa waduk dengan membangun sodetan-sodetan dari saluran penghubung. Selain itu baik pompa mobile maupun pompa stasioner juga terus disiagakan.

"Kedua, kami lakukan terobosan-terobosan dengan membuat sodetan yang bisa mengalihkan air agar tidak terjadi banjir. Kemudian di tahun anggaran ini kami akan adakan mobile pompa untuk bisa digunakan ketika banjir untuk mengatur alihkan genangan air atau banjir," jelasnya.

Politikus Partai Gerindra itu juga menyebut telah langsung memantau keadaan pintu air Manggarai tadi malam usai hujan lebat mengguyur Jakarta bersama Gubernur DKI Jakarta. Hari ini ia kembali memastikan bahwa upaya penanganan banjir telah dilakukan dan genangan-genangan yang sempat meninggi di wilayah permukiman warga telah surut.

"Sejak kemarin sore hingga malam terjadi peningkatan curah hujan dan debit air di Katulampa juga mencapai tingkat yang cukup tinggi sampai siaga 1. Tapi alhamdulillah surut kembali hingga siaga 4. Tadi malam Pak Gubernur, saya, dan jajaran juga mengecek langsung ke pintu air Manggarai. Kita sudah siapkan beberapa alat berat termasuk truk untuk mengambil sampah," imbuhnya.

Ariza menambahkan masyarakat diharap untuk menjaga kebersihan lingkungan termasuk saluran dan tidak membuang sampah di sembarang tempat. Karena hal itu juga turut membuat saluran dan sungai mampat hingga menyebabkan genangan. (OL-6)
 

BERITA TERKAIT