22 September 2020, 11:17 WIB

Di Tengah Pandemi, NTT Tetap Waspadai Demam Berdarah


Palce Amalo | Nusantara

DI tengah pandemi, kasus demam berdarah dengue masih mengancam Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kepala Dinas Kesehatan Nusa Tenggara Timur (NTT) dr Messe Ataupah 
minta masyarakat mulai membersihkan lingkungan dari sampah untuk mencegah potensi ledakan demam berdarah dengue (DBD) jelang musim hujan. Mengingat selama sembilan bulan terakhir, korban meninggal akibat DBD di NTT mencapai 58 orang dan warga yang terjangkit DBD sebanyak 5.600 orang.

"Untuk penanganan DBD, gubernur sudah minta kabupaten dan kota untuk memperhatikan sanitasi lingkungan. Masyarakat diedukasi dengan baik untuk pencegahan dan penanggulangan DBD dan covid-19," kata dokter Messe Ataupah, Selasa (22/9).

Menurutnya, saat ini pemerintah gencar melakukan pencegahan dan penanganan covid-19, tetapi tidak melupakan penanganan DBD dan penyakit lainnya seperti diare dan malaria. 

"Jangan sampai kita fokus ke covid-19, tetapi penanganan DBD terabaikan," tandasnya.

Untuk mencegah terjadi ledakan DBD, menurutnya, pencegahan harus dimulai dari saat ini. 

"Yang paling penting itu adalah sanitasi lingkungan," ujar dr Messe Ataupah.

baca juga: Wisatawan Asal Prancis Positif Covid-19 Di Belitung

Penanganan sampah harus dimulai dari RT dan RW. Sampah dikumpulkan di tempat pembuangan sementara sebelum diangkut ke tempat pembuangan akhir. Dia mencontohkan penanganan sampah di Kabupaten Sikka dimulai dari desa. 

"Di Sikka kalau ada kasus DBD, kepala desa kena sanksi," pungkasnya.. (OL-3)

BERITA TERKAIT