22 September 2020, 11:14 WIB

Pendakian Gunung Semeru Dibuka Lagi 1 Oktober 2020


Bagus Suryo | Nusantara

BALAI Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS), Kota Malang, Jawa Timur, membuka kembali pendakian Gunung Semeru pada 1 Oktober 2020 setelah hampir setahun ditutup dari semua aktivitas. Pendakian dibuka salah satunya untuk membangkitkan roda ekonomi masyarakat sekitar.

Kepala Subbagian Data Evaluasi Pelaporan dan Humas TNBTS Syarif Hidayat menyatakan pembukaan Gunung Semeru merupakan revitalisasi bertahap menuju masa adaptasi kebiasaan baru. Pelaksanannya tetap memerhatikan standar operasional prosedur (SOP) pendakian.

"Jumlah kuota maksimal 120 orang, pendakian hanya selama 2 hari satu malam," kata Syarif Hidayat kepada wartawan di Malang, Selasa (22/9).

Baca juga: Anak Gajah Sumatra Kembali Lahir di Riau

Syarif mengungkapkan pembukaan pendakian Gunung Semeru memerhatikan sejumlah pertimbangan, yakni hasil pengecekan jalur pendakian oleh TNBTS dan tim mitra hasilnya kondusif.

Pertimbangan lainnya, seluruh peserta rapat yang melibatkan tim mitra pada Senin (21/9) menyepakati pembukaan Semeru.

Adapun pertimbangan subjektif lantaran gunung tertinggi di Pulau Jawa itu sudah ditutup selama setahun. Sehingga memunculkan kerinduan para pendaki dan wisatawan untuk mendaki.

Pertimbangan terpenting adalah untuk membangkitkan roda ekonomi masyarakat sekitar. Sebab, sejak pendakian ditutup, apalagi selama masa wabah covid-19, praktis pelaku jasa wisata kehilangan pendapatan.

Karena itu, Kepala BB-TNBTS John Kenedie menandatangani pengumuman pembukaan kembali pendakian. Para pendaki bisa memesan tiket secara daring dengan melengkapi persyaratan sejak tiga hari sebelum mendaki.

Batas akhir pendakian yang diizinkan adalah Kalimati sesuai arahan PVMBG Pos Gunung Sawur Lumajang. Sedangkan tempat mendirikan tenda hanya di lokasi Ranu Kumbolo dan Kalimati.

Para pendaki wajib mematuhi SOP dengan menggunakan masker dan membawa cadangan minimal 4 buah masker. Membawa obat pribadi dan hand sanitizer, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta pencegahan covid-19.

Sebelum mereka mendaki, suhu tubuh dicek harus di bawah 37,3 derajat celsius. Tenda hanya boleh diisi maksimal 50% dari kapasitas. Jarak antartenda minimal dua meter. Para pendaki wajib mematuhi social distancing dan protokol kesehatan. (OL-1)

BERITA TERKAIT