22 September 2020, 10:52 WIB

Anak Gajah Sumatra Kembali Lahir di Riau


Rudi Kurniawansyah | Nusantara

UNTUK kedua kalinya dalam tahun ini, anak gajah Sumatra lahir di Riau. Bayi gajah berjenis kelamin betina yang diberi nama Rizky itu lahir pada Jumat (18/9) sekitar pukul 03.00 WIB dengan estimasi berat badan berdasarkan lingkar badan dan tinggi bahu berkisar 81 kilogram (Kg).

"Puji syukur patut kita panjatkan atas lahirnya kembali seekor anak gajah Sumatra di Pusat Latihan Gajah (PLG) Minas di Riau pada Jumat (18/9) sekitar pukul 03.00 WIB dini hari," kata Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau Suharyono di Pekanbaru, Selasa (22/9).

Ia menjelaskan, kelahiran satwa dilindungi itu merupakan kelahiran yang kedua di Balai Besar KSDA Riau pada 2020.

Baca juga: Banjir Bandang Sukabumi Dipicu Gelombang Rossby dan Cuaca Ekstrem

Sebelumnya, lahir anak gajah jantan di Taman Wisata Alam (TWA) Buluh Cina pada Jumat (3/7) yang kemudian diberi nama Damar dari indukan bernama Ngatini dengan pejantan bernama Robin.

Suharyono mengungkapkan tim medis BBKSDA Riau yang dipimpin Rini Deswita langsung menuju ke PLG Minas untuk melakukan pengecekan kesehatan baik induk maupun bayi gajah tersebut.

Setelah melakukan pengecekan kesehatan, tim memberikan asupan multivitamin dan penguat otot melalui infus serta antibiotik kepada induk gajah yang bernama Nia.

"Nia adalah seekor gajah yang berhasil dievakuasi dari Desa Tapung (Petapahan) Kampar pada 14 Juli 2006 karena terkena jerat cukup parah di kaki sebelah kanan depan. Saat ini umur Nia berkisar 20 tahun," jelas Suharyono.

Adapun bayi yang dilahirkan Nia, lanjutnya, berjenis kelamin betina dengan estimasi berat badan berdasarkan lingkar badan dan tinggi bahu berkisar 81 kg.

"Baik Nia dan anak yang dilahirkannya dalam kondisi sehat," ujarnya.

Suharyono mengaku sangat antusias terhadap kelahiran bayi gajah yang telah berada dalam kandungan induknya selama kurang lebih 22 bulan.

"Kita segera menyampaikan kabar gembira kepada Menteri LHK, ibu Siti Nurbaya Bakar melalui Bapak Direktur Jenderal KSDAE Bapak Wiratno dan langsung berkenan memberikan nama Rizky kepada bayi gajah sebagai simbol bagi rezeki alam, lingkungan hidup, dan bagi populasi yang berada di wilayah Sumatra ini," ungkapnya.

Suharyono berharap, ke depannya, gajah Sumatra dapat bertambah populasinya baik yang berada di PLG maupun yang ada di alam liar.

"Ini merupakan kejutan dan hadiah yang sangat menggembirakan untuk Hari Konservasi Alam Nasional Tahun 2020," pungkasnya. (OL-1)

BERITA TERKAIT