22 September 2020, 09:34 WIB

PUPR Telah Habiskan Rp227 Miliar untuk Proyek Infrastruktur


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

KEMENTERIAN Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyebut telah menyelesaikan sejumlah proyek infrastruktur senilai Rp227 miliar dari anggaran 2019. Program itu mendukung pemenuhan kebutuhan dasar di bidang permukiman dan perumahan serta penyediaan rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), pangan, dan lainnya.

"Pada masa pandemi covid-19, pembangunan infrastruktur menjadi tumpuan untuk penyediaan lapangan pekerjaan, baik untuk proyek-proyek besar maupun padat karya," ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangan resmi, Senin (21/9).

Salah satu yang dikerjakan PUPR ialah pembangunan infrastruktur di Kabupaten Dharmasraya, Provinsi Sumatra Barat.

Baca juga: DPR RI Dukung Program Perbengkelan Alat Mesin Pertanian

Basuki mengatakan pembangunan tersebut untuk mendorong pemerataan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.

"Pembangunan infrastruktur dibutuhkan untuk meningkatkan daya saing, seperti yang disampaikan Bapak Bupati Dharmasraya yang menginginkan dua lajur jalan nasional," kata Basuki.

Basuki juga menuturkan Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air telah menyelesaikan pembangunan Embung Padang Roco berkapasitas 28.000 m3 dengan biaya Rp 7,4 miliar.

Manfaat embung, sebutnya, untuk melayani irigasi seluas 20 hektare lahan pertanian wilayah Jorong Siluluk Nagari Siguntur.

Infrastruktur SDA lainnya adalah Embung Sungai Duo berkapasitas 9.000 m3 untuk mengairi lahan pertanian seluas 10 hektare dan Tebing Sungai Batang Piruko senilai Rp12 miliar sebagai pengendali banjir di Dharmasraya.

Selain itu, Kementerian PUPR, melalui Balai Pelaksana Jalan Nasional III Sumatra Barat, Ditjen Bina Marga juga telah menyelesaikan pembangunan Jembatan Sungai Dareh yang membentang di sepanjang Jalur Lintas Selatan Sumatra.

Jembatan sepanjang 200 meter yang menghubungkan Provinsi Sumatra Barat dengan Jambi ini merupakan tipe jembatan cable stayed dengan bentang 120 meter, lebar 2 x 3,8 meter untuk carriageway dan 2 x 1,2 meter untuk pedestrian dengan biaya APBN sebesar 92,7 miliar.

Selanjutnya Jembatan Pulai yang menghubungkan tiga kecamatan yakni, Sitiung, Padang Laweh, dan Timpeh, serta meningkatkan kemantapan ruas jalan Pulau Punjung-Kota Baru sepanjang 1,5 Km dengan biaya Rp25 miliar.

Infrastruktur lain yang diresmikan adalah prasarana dan sarana air minum dan sanitasi melalui Program Padat Karya Tunai (PKT), yakni Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di 13 lokasi senilai Rp3,20 miliar dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas) di 3 lokasi senilai Rp1,56 miliar.

Kedua program itu, terang Basuki, memberikan manfaat bagi 8.209 warga Kecamatan Sungai Rumbai untuk Pamsimas dan bagi 150 KK warga Kecamatan Tiumang untuk Sanimas.

Kemudian Rumah Susun Sewa (Rusunawa) khusus MBR sebanyak 42 unit di Sungai Rumbai, program Bantuan Stimulan Rumah Swadaya (BSPS) sebanyak 1.505 unit yang tersebar di 8 kecamatan, dan pembangunan rumah khusus MBR di Sitiung sebanyak 52 unit dengan biaya Rp6,19 miliar. (OL-1)

BERITA TERKAIT