22 September 2020, 09:18 WIB

DPRD Minta Pemprov Perhatikan Saluran Pembuangan yang Tersumbat


Hilda Julaika | Megapolitan

WAKIL Ketua DPRD DKI Zita Anjani mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperhatikan dan membersihkan saluran pembuangan air yang tersumbat. Hal itu perlu dilakukan dalam rangka inventarisasi masalah yang harus diselesaikan mengingat ancaman banjir yang mulai melanda Ibu Kota.

"Saya pikir, Pemprov sudah banyak kumpulkan data dari penyebab banjir Januari kemarin. Hanya saja, yang perlu diperhatikan adalah saluran pembuangan yang tersumbat," kata Zita kepada Media Indonesia, Senin (21/9).

Baca juga: BPBD DKI Pastikan Terapkan Prokes di Posko Pengungsian Banjir

Lebih lanjut, Zita memaparkan, hingga kini, populasi sampah sering menumpuk di hilir. Alhasil, saluran air tidak lancar akibat terhambat sampah. Sehingga, hal tersebut tidak bisa diselesaikan hanya dengan membersihkan sampah yang tersumbat, tapi perlu bangun kesadaran warga terkait tertib membuang sampah.

"Populasi sampah sering menumpuk di hilir. Jadinya, saluran air berjalan tidak lancar akibat terhambat sampah. Hal tersebut tidak bisa hanya dengan bersihkan sampah yang tersumbat tapi perlu bangun kesadaran warga terkait tertib membuang sampah," paparnya.

Selain itu, pembuangan limbah ke sungai juga menjadi salah satu penyebabnya. Panitia Khusus (Pansus) Banjir DPRD DKI memastikan sudah menginventarisir semua masalah banjir di Jakarta. Selanjutnya, Pansus Banjir akan melakukan diskusi dengan pihak terkait seperti Bappeda dan Dinas SDA, agar tahu Master Plan penanganan banjirnya seperti apa.

Sementara itu, sejak semalam, sejumlah wilayah di Jakarta diguyur hujan deras dan menyebabkan adanya genangan air di beberapa titik. Ditambah Bendung Katulampa sempat siaga 1 pada pukul 18.00 WIB.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta per pukul 06.00 WIB hari ini (22/9) diketahui jumlah wilayah permukiman penduduk yang terendam banjir bertambah.

Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan (PDIK) BPBD DKI M Insyaf mengatakan hingga kini ada 49 RT yang tergenang banjir. Jumlah ini bertambah dari sebelumnya data PDIK BPBD DKI per pukul 03.00 WIB mencatat ada 22 RT yang tergenang.

"Ada 49 RT tergenang di seluruh wilayah Jakarta," kata Insyaf dalam keterangan resmi, Selasa (22/9).

Ia melanjutkan per pukul 06.00 WIB terdapat empat lokasi posko pengungsian yang disiapkan yakni di Mushola Riyadhul Saadah, Kel. Kembangan Utara, PT. Delta Laras Wisata, RW.07 Kel. Rawajati, Puskesmas Rawajati 2, RW.07 Kel. Rawajati, dan Halaman Rumah Dinas, RW.07 Kel. Rawajati. (OL-1)

BERITA TERKAIT