22 September 2020, 08:54 WIB

Banjir Bandang Sukabumi Dipicu Gelombang Rossby dan Cuaca Ekstrem


Antara | Nusantara

BANJIR bandang di wilayah Kabupaten Bogor dan Sukabumi yang terjadi pada Senin (21/9) akibat hujan lebat yang dipicu kondisi atmosfer yang labil, diperkuat adanya fenomena gelombang Rossby ekuatorial serta adanya daerah pertemuan angin (konvergensi).
  
"Kombinasi dari ketiga fenomena atmosfer ini meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar Jawa Barat," kata Deputi Bidan Meteorologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Guswanto, Selasa (22/9).

Sebelumnya pada Senin (21/9) telah terjadi banjir bandang di wilayah Kabupaten Bogor dan Sukabumi yang diakibatkan oleh kejadian hujan lebat. Curah hujan intensitas tinggi hingga 110 mm dalam periode 4 jam (15.00-19.00 WIB) teramati di Citeko. Terkait kejadian tersebut, BMKG telah mengeluarkan informasi peringatan dini cuaca ekstrem skala waktu 3 jam untuk wilayah Jawa Barat. Sebelum terjadinya banjir bandang pada 21 September 2020  ada 5 kali  peringatan dini mulai pukul 13.45 WIB hingga 22.50 WIB.

baca juga: Tiga Kecamatan di Sukabumi Diterjang Banjir Bandang
  

Potensi hujan lebat yang terjadi pada siang/sore di wilayah Bogor tersebut secara tidak langsung dapat meningkatkan potensi luapan air di sekitar daerah aliran sungai Ciliwung, sehingga masyarakat diimbau untuk mewaspadai potensi genangan. BMKG telah mengeluarkan informasi prakiraan awal musim hujan tahun 2020, diprediksikan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia akan memasuki periode awal musim hujan mulai akhir Oktober-November 2020. Selama September-Oktober, periode peralihan musim (pancaroba) dari kemarau ke penghujan masih berlangsung di beberapa wilayah Indonesia. (OL-3)

VIDEO TERKAIT :

BERITA TERKAIT