22 September 2020, 03:25 WIB

Aksi Pengendalian Banjir Dikebut


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta berjanji akan mengerahkan seluruh daya, baik alat maupun sumber daya manusia, untuk memprioritaskan pengendalian banjir di Ibu Kota. Asisten Bidang Pembangunan dan Lingkungan Hidup Setda DKI Jakarta Yusmada Faizal mengatakan hal itu sesuai dengan arahan Gubernur DKI Anies Baswedan.

“Kita ketahui, DKI Jakarta dan umumnya Indonesia terkena pandemi dan terkait kontraksi APBD, ada pengurangan. Tapi diingatkan bahwa arahan Pak Gubernur, banjir ini tetap prioritas ditangani. Semua anggaran akan dicukupkan,” kata Yusmada di acara Grebeg Lumpur, kemarin.

Program Grebeg Lumpur fase 1 secara simbolis dilaksanakan di Waduk Ria Rio, Jakarta Timur. Program yang bertujuan mengeruk lumpur di waduk, sungai, dan saluran air itu bakal dilaksanakan secara masif dan simultan di lima wilayah DKI Jakarta.

Menurut dia, Gubernur Anies juga mengingatkan Dinas Sumber Daya Air dan suku dinas terkait untuk dapat memaksimalkan semua alat agar aliran air di waduk dan sungai menjadi normal, serta melanjutkan pemba ngunan ratusan sumur resap an. “Lakukan maksimal sampai nanti kita menghadapi puncak musim hujan pada Januari atau Februari,” tukasnya.

Kepala Dinas SDA DKI Jakarta Juaini Yusuf menambahkan, pihaknya berencana menambah sumur resapan di 150 sampai 200 lokasi. Jumlah itu, terang dia, jauh jika dibandingkan dengan tahun lalu yang mencapai 2.500 unit di ribuan lokasi di hampir seluruh wilayah Jakarta. “Sumur resapan, ya kita kejar terus. Tapi bisa lebih lagi tergantung bagaimana anggaran nanti. Pokoknya kita kejar semaksimal mungkin,” ujarnya.

Pembangunan sumur resapan, sambung dia, sejatinya tidak hanya menjadi tugas Dinas SDA, tetapi juga tugas Dinas Pertamanan, Dinas Bi na Marga, dan Dinas Ling kung an Hidup. Ia optimistis, dengan kerja bersama, jumlah sumur resapan yang dibangun tahun ini tidak me ngecewakan.

Dinas SDA juga menyiapkan pompa-pompa yang ada di seluruh Jakarta demi memastikan lingkungan Ibu Kota bebas banjir. Setiap unit pompa yang ada di rumah pompa ataupun pompa mobile harus teratur masuk masa perawatan apabila sudah mencapai titik maksimal operasi. “Untuk pompa mobile maupun pompa stasioner dari 178 lokasi ada 478 unit.”


Waspada

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengimbau sejumlah wilayah di Jakarta, seperti Rawajati, Pejaten Timur, Kalibata, Pengadegan, Cawang, Kebon Baru, Bukit Duri, Bidara Cina, dan Kampung Melayu, mewaspadai banjir.

Sementara itu, Andi Sudirman, petugas Bendung Katulampa dan BPBD Kota Bogor, membeberkan tinggi permukaan air (TPA) Sungai Ciliwung di Bendung Katulampa naik. Hingga pukul 18.20 WIB kemarin, ketinggian air mencapai 250 cm karena di kawasan hulu hujan. Bahkan, dalam kurun 1 jam air langsung naik hingga statusnya menjadi siaga satu.

Secara terpisah, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Zita Anjani mendorong Pemprov DKI untuk memperhatikan dan membersihkan pembuangan air yang tersumbat. Itu perlu dilakukan dalam rangka inventarisasi masalah.

Ia memaparkan hingga ki ni populasi sampah sering menumpuk di hilir. Alhasil, saluran air berjalan tidak lancar. Hal tersebut tidak bisa diselesaikan hanya dengan membersihkan, tapi perlu dibangun kesadaran warga terkait dengan tertib membuang sampah. “Pembuangan limbah ke sungai juga men jadi salah satu penyebabnya,” tukas Zita. (Put/Hld/DD/J-2)

BERITA TERKAIT