22 September 2020, 05:15 WIB

Kemenperin Jaga Produksi Industri Semen dan Pelumas


(Try/E-1) | Ekonomi

KEMENTERIAN Perindustrian mengatakan perlu adanya koordinasi dan sinergi dengan seluruh stakeholder agar dapat menghasilkan kebijakan atau stimulus sesuai dengan kebutuhan pelaku industri.

Hal itu untuk menjaga iklim dan keberlangsungan usaha sektor industri saat tekanan dampak pandemi covid-19.“Daya saing industri pun secara umum terkena dampak kondisi pandemi covid-19 yang membuat aktivitas ekonomi menjadi tidak seperti biasanya,” kata Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT) Kemenperin, Muhammad Khayam di Jakarta, kemarin.

Seperti terlihat pada industri semen, utilisasi di industri semen pada Semester I tahun 2020 hanya 58%, lebih rendah daripada realisasi akhir 2019 di level 68,73%. Untuk itu, Kemenperin terus mendorong peningkatan serapan pasar domestik.

Apalagi, semen merupakan salah satu komoditas yang strategis bagi Indonesia.

Khayam menyatakan pihaknya tengah memacu agar industri semen di Tanah Air dapat memanfaatkan teknologi industri 4.0 sebagai upaya peningkatan daya saing dan menciptakan pasar fleksibel yang berorientasi pada pelanggan.

Pelaku usaha juga ditun-tut untuk dapat menerapkan konsep industri hijau, me-nyelaraskan dengan kelestari-an lingkungan hidup, serta mengutamakan efi siensi dan efektivitas penggunaan sum-ber daya alam.

Terkait hal tersebut, Kemen-perin memberikan apresiasi kepada PT Solusi Bangun Indonesia Tbk yang telah memiliki komitmen terhadap pemanfaatan teknologi modern dan penerapan industri hijau.

Di sektor lainnya, Dirjen IKFT juga mengapresiasi industri pelumas, PT Pertamina Lubricants di Cilacap, Jawa Tengah, atas pelopor dalam penerapan standardisasi produk dan penggunaan produk bersertifikat SNI.

Saat ini, terdapat 44 perusahaan produsen pelumas yang total memiliki kapasitas terpasang sebesar 2,04 juta kiloliter per tahun dengan produksinya mencapai 908.360 kiloliter per tahun. Terdiri dari pelumas otomotif 781.189,90 kiloliter per tahun dan pelu-mas industri 127.170,45 kiloli-ter per tahun. (Try/E-1)

BERITA TERKAIT