22 September 2020, 05:43 WIB

Organisasi Sosial Bantu Penjualan Hasil Panen Petani


Denny Susanto | Nusantara

MESKI dikenal sebagai daerah penghasil batubara, sektor pertanian memegang peranan penting penopang perekonomian masyarakat di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Meski pertanian menjadi penopang, tetap ada permasalahan terutama anjloknya harga pertanian dan kendala pemasaran hasil panen. Untuk mencegah anjloknya panen, tokoh masyarakat Syafruddin H Maming berkomitmen mendorong harga pertanian tidak anjlok lewat bantuan Yayasan Haji Maming 69.

"Yayasan nirlabaini berkomitmen mendorong peningkatan kesejahteraan petani. Salah satunya dengan kesiapan membeli hasil panen petani," ungkap Syafruddin H Maming, Ketua Yayasan Haji Maming 69, di sela-sela kegiatan panen raya padi di Desa Sarigadung Kecamatan Simpang Empat, Senin (21/9).

Tokoh masyarakat petani Tanah Bumbu, Indro Turseno menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada pemerintah daerah dan Yayasan Haji Maming terkait kesiapan pembelian hasil panen petani. Komitmen ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani. 

baca juga: Gotong Royong Melahirkan Bank Desa

Pada bagian lain Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Kalsel, Syamsir Rahman, mengatakan sektor pertanian dan ketahanan pangan merupakan sektor vital dan menjadi tumpuan masa depan Indonesia. Di Kalsel guna membangkitkan sektor pertanian dan menarik minat generasi muda untuk menjadi petani, Pemprov Kalsel menyiapkan program Komando Strategi Pertanian (Kostratani). Program ini melibatkan Balai Penyuluh Pertanian (BPP) untuk menggerakan usaha tani mandiri yang dilakukan oleh pemuda tani.
         
Tercatat jumlah petani di Kalsel saat ini sebanyak 336.224 orang atau kurang dari 10 persen penduduk. Para petani ini tergabung dalam 15.077 kelompok tani dan terbanyak ada di Kabupaten Banjar, Barito Kuala dan Tanah Laut. (OL-3)
 

BERITA TERKAIT