22 September 2020, 05:28 WIB

Unhan Serukan Bentuk Budaya Damai di Pilkada


Ant/Uta/P-2 | Politik dan Hukum

REKTOR Universitas Pertahanan (Unhan) Indonesia Laksamana Madya TNI Dr Amarulla Octavian menyerukan budaya damai dalam pelaksanaan pilkada serentak 2020 di tengah pandemi covid-19.

Seruan itu disampaikan Octavian dalam webinar Hari Perdamaian Internasional secara daring di Jakarta, kemarin. Webinar tersebut mengidentifikasi, menganalisis potensi konflik, dan resolusi konfl ik pada saat pelaksanaan pilkada serentak 2020.

Octavian mengatakan pilkada menjadi isu yang rentan karena pengalaman munculnya konflik pada masa lalu, baik antarmasyarakat maupun masyarakat dengan pemangku kepentingan. Terlebih pilkada kali ini terjadi di tengah pandemi covd-19.

Pilkada 2020 ini menuntut semua pihak berfokus pada pentingnya kerja bersama, bahu-membahu, menciptakan perdamaian di tengah pandemi, dan bersama menekan serta melawan penyebaran pandemi.

“Saya mengutip pernyataan founder sekaligus presiden pertama kita Ir Soekarno. Beliau berpesan pemilu jangan menjadi pertempuran perjuangan kepartaian yang dapat memecah persatuan rakyat Indonesia. Semoga kita dapat menciptakan perdamaian dan menciptakan yang terbaik bagi bangsa dan rakyat Indonesia,” tandas Octavian.

Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Afifudin mengakui pelaksanaan pilkada di tengah wabah bukan hal mudah. Kendati sosialisasi hingga pengawasan sudah dilakukan, bahaya kesehatan tetap mengancam.

“Prasyarat dilaksanakannya pilkada ini adalah jika protokol kesehatan diterapkan, baik penyelenggara, pemilih, maupun peserta,” kata Afifuddin dalam webinar tersebut.

Di luar masalah penegakan protokol, potensi konflik, menurut Afifuddin, antara lain dapat terjadi saat pengumuman penetapan paslon oleh KPU. Amat mungkin akan terjadi demonstrasi dari para pendukung yang kecewa apabila bakal calon yang mereka jagokan tidak diloloskan sebagai pasangan calon oleh KPU.

“Kami mengirim surat ke daerah soal ini. Termasuk calon yang lolos proses, selebrasinya jangan berlebihan,” cetus Afifuddin. (Ant/Uta/P-2)

BERITA TERKAIT