22 September 2020, 05:14 WIB

Pendekatan Komprehensif Kucilkan KKB Papua


Cah/P-2 | Politik dan Hukum

KELOMPOK kriminal bersenjata (KKB) di Papua kembali berulah. Anggota TNI Serka Sahlan dan Pratu Dwi Akbar Utomo menjadi korban keberingasan KKB di Intan Jaya, Papua, Sabtu (19/9).

Meningkatnya kekerasan yang dilakukan KKB itu diduga disebabkan dalam waktu dekat akan ada Sidang Umum PBB.

Anggota Komisi I DPR RI Willy Aditya menegaskan negara tidak boleh kalah dengan tindak kekerasan yang dilakukan pihak mana pun, termasuk KKB. Untuk itu, diperlukan penanganan yang lebih baik.

“Perlu ada perbaikan pendekatan yang lebih komprehensif dalam menyelesaikan masalah KKB di Papua. Bertahun-tahun kita selalu disuguhi berita demikian ini, tapi pendekatan untuk menyelesaikan masalah KKB ini belum juga komprehensif,” ujar Willy kepada Media Indonesia, Senin (21/9).

Lebih jauh Willy menerangkan pendekatan komprehensif yang dimaksudnya bukan hanya bertindak setelah ada kejadian anggota TNI atau Polri yang terbunuh. Dia berharap, pemerintah mengupayakan langkah preventif, mencegah hal yang sama terus terjadi.

“Ini bukan hanya pekerjaan menindak dan melumpuhkan para aktor KKB, melainkan juga membangun strategi agar KKB ini makin terkucil dari kelompok masyarakat. Selain itu, meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar juga perlu dilakukan sebagai insentif bagi warga yang menjauhkan dirinya dari kelompok KKB,” katanya.

Wakil Ketua Fraksi NasDem tersebut menilai ruang yang diberikan media turut memotivasi KKB mengulang kekerasan kapan saja, bukan hanya karena berdekatan dengan Sidang Umum PBB.

Kepala Penerangan (Kapen) Kogabwilhan III Kol Czi IGN Suriastawa mengatakan teror dan kriminalitas KKB atau kelompok separatis bersenjata (KSB) sudah sangat meresahkan masyarakat. Korban jiwa berguguran, khususnya dari anggota TNI.

Menurut Suriastawa, gerombolan itu memang selalu memanfaatkan momen-momen tertentu untuk mencari perhatian dunia internasional. Kali ini hal tersebut dilakukan menjelang Sidang Umum PBB yang akan digelar mulai besok hingga 29 September. (Cah/P-2)

BERITA TERKAIT