22 September 2020, 03:27 WIB

46.134 Orang Ditindak, Lalu Lintas Mulai Lengang


Faj/Put/Ssr/Dmr/X-10 | Politik dan Hukum

SEBANYAK 46.134 orang terjaring operasi yustisi penegakan disiplin protokol kesehatan dalam seminggu pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jakarta. Dalam sepekan ini juga terjadi penurunan volume lalu lintas di Ibu Kota. Namun, jumlah kasus covid-19 masih tetap tinggi.

“Dari 14 hingga 20 September ini sudah ada sekitar 46.134 orang yang kita lakukan tindakan tegas dan secara persuasif dan humanis,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di kantornya, kemarin.

Ia mengatakan, dari 46.134 itu terbagi ke teguran tertulis dan teguran langsung, juga sanksi sosial. Kemudian selama sepekan PSBB, petugas juga telah mengumpulkan denda sebanyak Rp280 juta.

“Ada sanksi sosial, 22.576 orang yang sudah kita kenakan sanksi sosial. Untuk denda administrasi ada 1.890 orang,” kata Yusri.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan selama sepekan ini terjadi penurunan yang fluktuatif pada volume kendaraan masuk ke Ibu Kota, dari 5% hingga 19%.

‘’Hasil evaluasi kami untuk volume lalu lintas, terjadi penurunan jumlah kendaraan bermotor, memang fluktuatif 5% sampai 19% selama
seminggu,’’ ujarnya, kemarin.

Syafrin juga mengatakan, pada pekan pertama PSBB dari Senin (14/9) hingga Sabtu (19/9) terjadi penurunan jumlah penumpang angkutan umum perkotaan. ‘’Terjadi penurunan rata-rata jumlah harian penumpang angkutan umum perkotaan sebesar 22,83% jika dibandingkan dengan saat pemberlakuan PSBB masa transisi.”

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi mendorong Pemprov DKI untuk memperketat pengawasan pelaksanaan PSBB, khususnya di lingkungan RT dan RW serta kawasan berstatus zona merah.

Dalam akun Instagram pribadinya, kemarin, Prasetyo mengatakan prihatin dengan kasus positif covid-19 di Jakarta yang terus meningkat. Dalam sepekan terakhir, persentase kasus positif covid-19 di Jakarta mencapai angka 13,2%. Angka tersebut terpaut jauh dari ambang yang ditetapkan WHO dengan standar positive rate tak lebih dari 5%.

“Saya ingat betul di awal Jakarta dihantam pandemi, Pemprov DKI telah membentuk RT dan RW siaga. Sudah saatnya kita mengerahkan
kekuatan yang ada,” tandasnya. (Faj/Put/Ssr/Dmr/X-10)

BERITA TERKAIT