22 September 2020, 02:23 WIB

Debit Air Ciliwung Meningkat, Masyarakat Diminta Waspada


Octavianus Dwi Sutrisno | Megapolitan

HUJAN lebat yang mengguyur  sejumlah wilayah Jawa Barat menyebabkan bendungan katulampa berstatus siaga 1. Aliran air sudah sampai di wilayah depok menjelang Selasa (22/9) dini hari.

Petugas pemantau debit air Sungai Ciliwung di Jembatan Panus, Kecamatan Pancoran Mas Depok Arman, mengatakan debit air sempat mengalami peningkatan pada Senin malam tinggi muka air mencapai 300 cm.

"Ini kondisi ketinggian air paling tinggi. Sekitar pukul 24.00 WIB menurun jadi 195 sentimeter," ujar Arman saat dihubungi Selasa (22/9).

Arman menyebut hingga pukul 00.40 ketinggian air mencapai 105 sentimeter. Namun, ia memprediksi debit aliran air akan terus mengalami penurunan.

Di sisi lain, Arman mengimbau masyarakat sekitar bibir Sungai Ciliwung selalu waspada. Pasalnya, debit air tidak terprediksi terutama bila kembali turun hujan deras.

"Masih kami kondisikan, dan diupdate perkembangannya," tandasnya.

Sementara itu, Tim Tagana Kota Depok telah memantau ke sejumlah lokasi rawan banjir. Salah satunya di bantaran sungai Ciliwung, tepatnya Kelurahan Kemiri, Kecamatan Beji (bawah jembatan Jalan Raya Juanda Soto Kudus), Kota Depok.

Anggota Tagana Kota Depok, Hendra, mengungkapkan air sungai sempat meluap Senin malam sekitar pukul 21.00 atau sesaat ketika Blbendungan katulampa dinyatakan siaga 1. "Tadi sempat meluap, namun tidak sampai ke rumah warga. Alhamdulillah sampai saat ini, situasi masih kondusif," imbuhnya. (OL-8)

 

BERITA TERKAIT