22 September 2020, 04:40 WIB

Kemensos Tuntaskan Santunan Korban Bencana


TB/LD/GL/RS/AD/N-2 | Nusantara

KONI Ahmad, 64, tidak mampu membendung air matanya. Warga Palu, Sulawesi Tengah, itu ialah salah satu dari 1.620 ahli waris korban meninggal dunia akibat bencana tsunami.

Akhir pekan lalu, mereka menerima santunan dari Kementerian Sosial total sebesar Rp24,3 miliar. Setiap ahli waris mendapatkan Rp15 juta.

“Dana ini sangat berguna bagi saya. Sudah dua tahun, saya tidak punya apa-apa. Rumah dan warung habis, istri meninggal, semua habis tidak ada sisa,” ungkap Koni.

Penyerahan dana dilakukan Kepala Subdirektorat Penanganan Korban Bencana Alam, Kementerian Sosial Sunarti kepada Gubernur Longki Djanggola. Dengan penyerahan itu, penyaluran santunan untuk bencana yang menimpa empat daerah, yakni Palu, Sigi, Donggala, dan Parigi Moutong, sudah tuntas.

Tahap sebelumnya, Kementerian Sosial menyalurkan santunan Rp28,6 miliar untuk 1.906 ahli waris. Tsunami dan likuefaksi di Sulawesi Tengah terjadi pada 28 September 2018.

“Dana santunan ini bagi kami merupakan dana ajaib. Meski fokus menangani pandemi, pemerintah pusat ternyata tidak melupakan kami,” kata Wali Kota Palu, Hidayat.

Di sisi lain, Kementerian Sosial juga terus mendistribusikan bantuan sosial beras untuk membantu warga yang terdampak pandemi. Di Kota Palu, bantuan diberikan kepada 15.292 keluarga.

Di Jawa Tengah, tepatnya di Kabupaten Kebumen, beras untuk 70.442 keluarga juga mulai digulirkan, kemarin. “Bantuan beras ini sangat bermanfaat bagi warga terdampak pandemi,” kata Bupati KH Yazid Mahfudz.

Program bantuan beras pemerintah pusat juga menginspirasi Pemprov Nusa Tenggara Timur. Mereka menyalurkan 293 ton beras bagi 4.887 keluarga miskin di Kabupaten Sikka. (TB/LD/GL/RS/AD/N-2)

BERITA TERKAIT