22 September 2020, 02:35 WIB

Militer Taiwan Berhak Balas Ancaman Tiongkok


MI | Internasional

TAIWAN mengatakan pada Senin (21/9) angkatan bersenjatanya memiliki hak untuk membela diri dan melakukan serangan balasan terhadap Tiongkok.

Beijing dianggap telah melecehkan dan mengancam pulau itu dengan mengirim banyak jet tempurnya melintasi garis tengah selat Taiwan yang sensitif pekan lalu. Ketegangan meningkat tajam dalam beberapa bulan terakhir antara Taipei dan Beijing.

Beberapa pesawat tempur Tiongkok terbang melintasi garis tengah selat Taiwan dan masuk ke zona identifikasi pertahanan udara pulau itu pada hari Jumat dan Sabtu. Hal itu mendorong Taiwan untuk mencegatnya dan Presiden Tsai Ing Wen menyebut Tiongkok sebagai ancaman bagi wilayah tersebut.  Kementerian Pertahanan Taiwan pun mengatakan telah mendefinisikan dengan jelas prosedur untuk tanggapan pertama pulau itu di tengah frekuensi tinggi gangguan dan ancaman dari kapal perang dan pesawat musuh tahun ini.

“(Taiwan punya hak) membela diri dan melawan serangan, tidak ada eskalasi konflik dan tidak ada insiden yang memicu,” tega sTsai Ing Wen.

“Taiwan tidak akan memprovokasi, tetapi juga tidak takut pada musuh,” ujarnya. 

Adapun, latihan Tiongkok berlangsung minggu lalu ketika Beijing menyatakan protes atas kunjungan seorang pejabat senior AS ke Taipei. Tiongkok mengecam peningkatan dukungan AS untuk Taiwan, termasuk dua kunjungan dalam beberapa bulan oleh pejabat tinggi, satu pada bulan Agustus oleh Menteri Kesehatan Alex Azar dan yang lainnya minggu lalu oleh Keith Krach, wakil menteri untuk urusan ekonomi.

AS, yang tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan pulau itu tetapi merupakan pendukung internasional terkuatnya, juga merencanakan penjualan senjata baru yang besar ke Taiwan. 

Tiongkok bulan ini juga mengadakan latihan skala besar di dekat Taiwan, lantaran dinilainya Taipei sebagai provokasi serius. Beijing mengata kan latihan itu merupakan kebutuhan untuk melindungi kedaulatannya. (Van/CNA/I-1)

BERITA TERKAIT