22 September 2020, 01:45 WIB

Hakim AS Blokir Perintah Penghapusan Wechat dari Toko Aplikasi


MI | Internasional

SEORANG hakim Amerika Serikat (AS), Minggu (20/9), memblokir atau merintangi upaya Departemen Perdagangan yang meminta Apple Inc dan Alphabet Inc Google untuk menghapus aplikasi Wechat milik Tiongkok.

Hakim Laurel Beeler di San Francisco mengatakan dalam sebuah perintah pengguna Wechat yang mengajukan gugatan telah membawa pertanyaan serius tentang manfaat klaim Amendemen Pertama.

Sebelumnya pada Jumat, Departemen Perdagangan AS telah mengeluarkan perintah yang mengutip alasan keamanan nasional untuk memblokir aplikasi tersebut dari toko aplikasi AS yang dimiliki Tencent Holdings.

Departemen Kehakiman telah mendesak Hakim Beeler untuk tidak memblokir perintah tersebut. Pihak Tencent dan Departemen Kehakiman belum memberikan komentar terkait perkembangan terbaru.

Hakim Beeler juga memblokir perintah Departemen Perdagangan yang melarang transaksi lain dengan Wechat di Amerika Serikat. Wechat memiliki rata-rata 19 juta pengguna aktif harian di Amerika Serikat, demikian kata perusahaan analitik Apptopia pada awal Agustus.

Aplikasi itu populer di kalangan pelajar Tiongkok, AS, yang tinggal di Tiongkok, dan beberapa orang AS yang memiliki hubungan pribadi atau bisnis di ‘Negeri Panda’. Departemen Kehakiman mengatakan pemblokiran perintah itu akan mengandaskan keputusan presiden tentang cara terbaik menangani ancaman terhadap keamanan nasional.

Hakim Beeler berkata, “Tentu saja kepentingan keamanan nasional pemerintah yang menyeluruh adalah penting. Namun, dalam catatan ini meskipun pemerintah telah menetapkan aktivitas Tiongkok meningkatkan masalah keamanan nasional yang signifikan hanya ada sedikit bukti larangan efektif Wechat untuk semua pengguna AS akan mengatasi masalah tersebut.”

Aliansi pengguna Wechat yang menggugat langkah pemerintah Donald Trump memuji keputusan hakim itu sebagai kemenangan penting dan perjuangan keras untuk jutaan pengguna Wechat di AS.

Michael Bien, seorang pengacara untuk para pengguna, mengatakan, “Amerika Serikat tidak pernah menutup platform utama untuk komunikasi, bahkan selama masa perang. Ada masalah serius pada Amandemen Pertama dengan larangan Wechat, yang menargetkan komunitas Tionghoa Amerika.”

Hakim Beeler juga mencatat ada alternatif jelas ketimbang pelarangan total, seperti melarang Wechat dari perangkat pemerintah. Secara terpisah, Departemen Perdagangan Sabtu malam mengatakan pihak mereka menunda penegakan perintah lain yang dikeluarkan Jumat yang juga untuk melarang toko aplikasi AS menawarkan Tiktok mulai Minggu malam.

Penundaan satu minggu terjadi setelah Presiden Trump pada Sabtu merestui kesepakatan dengan pemilik Tiktok ByteDance dan perusahaan AS Oracle Corp dan Walmart Inc untuk membuat perusahaan baru untuk menangani operasi Tiktok di AS. (Straits Times/Hym/I-1)

BERITA TERKAIT