22 September 2020, 08:00 WIB

Pelayanan Transportasi tetap Terjaga di Masa Pandemi


mediaindonesia.com | Ekonomi

KEBUTUHAN pelayanan transportasi merupakan salah satu hak dasar setiap warga negara yang harus dipenuhi oleh pemerintah. Kebutuhan pelayanan transportasi itu meningkat secara kualitas dan kuantitas dari waktu ke waktu sehingga tak sedikit timbul persoalan dalam penyelenggaraannya, terlebih dalam masa pandemi covid-19 seperti saat ini. Karena itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengajak semua insan perhubungan agar merapatkan barisan dalam menangani semua permasalahan yang ada.

“Pemerintah berkomitmen agar tetap melayani masyarakat dalam suasana pandemi covid-19. Protokol kesehatan harus diterapkan dalam setiap pelayanan transportasi di semua matra baik darat, laut, udara maupun transportasi di perkeretaapian,” ujar Budi Karya saat menjadi keynote speaker dalam acara dialog publik Hari Perhubungan Nasional bertajuk Wujudkan Asa, Majukan Indonesia, Kamis (17/9).

Budi menyampaikan pada momen peringatan Hari Perhubungan Nasional ini, ia berharap adanya partisipasi masyarakat dalam membangun pelayanan transportasi yang lebih baik. Dia juga mengimbau semua pihak selalu melaksanakan 3M yaitu menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi mengakui pandemi covid-19 memang sempat menurunkan aspek pergerakan masyarakat pada seluruh sektor, mulai dari pergerakan masyarakat itu sendiri, logistik, dan sebagainya. Namun, pihaknya tetap melayani transportasi masyarakat agar salah satu hak dasar setiap warga negara yang harus dipenuhi oleh pemerintah itu tidak terabaikan.

“Dari data yang ada, produksi terminal sebelum terjadinya covid-19 sampai saat covid-19 itu grafiknya turun sekali. Kemudian mulai agak meningkat saat awal Juli,” kata Budi Setiyadi dalam dialog tersebut.

Budi menjelaskan terjadi penurunan penumpang di terminal bus tipe A sebesar 99% pada Mei 2020. Selanjutnya, pada Juni 2020 penumpang mulai naik 92% jika dibandingkan dengan Mei 2020 dan naik lagi 54% di Juli 2020 secara bulanan.

Di sektor angkutan penyeberangan juga hampir sama. Agak berbeda, untuk penyeberangan di sekitar Ketapang-Gilimanuk saat masuk Bali memiliki persyaratan yang sangat ketat. “Kalau tidak ada rapid test masyarakat tidak boleh menyeberang. Namun untuk di Bakauheni saat ini sudah normal,” ujar Budi.

Dia mengatakan untuk data lintas penyeberangan Bakauheni-Merak, jumlah penumpang pada Agustus 2020 bahkan mencapai 1,5 juta orang. Jumlah itu melampaui angka sebelum pandemi covid-19 yakni pada Februari 2020 yang mencapai 1,5 juta orang. Pergerakan penumpang pada lintas itu sempat anjlok drastis pada Mei 2020 yang hanya 231.576 orang.

Adapun untuk jumlah kendaraan yang melintasi Merak-Bakauheni mencapai 409.112 unit, lebih besar dibandingkan dengan sebelum pandemi covid-19 di Februari yakni 332.542. Berbeda dengan angka pergerakan penumpang orang, penurunan jumlah kendaraan di bulan Mei 2020 relatif tak besar, yakni di angka 142.349 unit.

“Kondisi covid-19 berdampak pada industri transportasi darat dalam hal ini bus, kemudian angkutan. Untuk logistik tidak begitu nampak sekali karena memang saat covid-19 justru sektor logistik menjadi prioritas,” kata Budi.

Adapun pada lintas Ketapang-Gilimanuk, saat ini per¬gerakan penumpang orang dan kendaraan belum pulih. Pada Agustus jumlah penumpang ada di angka 546.250 orang, masih di bawah capaian Februari sebesar 811.758 orang.

Hal sama terjadi pada angkutan logistik yang tercermin dari pergerakan kendaraan di lintasan tersebut. Pada Agustus 2020 jumlah kendaraan yang melintas tidak lebih dari 202.442 unit, lebih sedikit dari periode Februari 2020 sebesar 394.190 unit.

Dirjen Perhubungan Laut Kemenhub Agus H Purnomo memastikan kini sektor angkutan laut sudah mulai menggeliat, terutama untuk muatan penumpang. “Kami dorong terus. Untuk angkutan barang memang tak ada yang berubah signifikan, relatif stabil bahkan meningkat di beberapa lokasi selama masa pandemi covid-19,” ungkap Agus.

Sehat, bersih, humanis
Pada kesempatan itu, Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi juga menambahkan untuk menghadapi covid-19 saat ini ada paradigma baru dalam transportasi darat. Sebelumnya dalam layanan transportasi sektor darat ada aspek aman, selamat, tertib dan lancar yang harus dijaga.

“Kini terdapat tiga aspek baru di tengah pandemi covid-19 yaitu aspek sehat, bersih dan humanis,” ujar dia.

Menurut Budi, tiga aspek tambahan itu menjadi sangat penting dalam sektor transportasi darat. Hal itu untuk menjamin kenyamanan pengguna transportasi darat agar saat naik angkutan darat tidak terpapar covid-19.

Kebijakan itu di antaranya adalah menjaga jarak aman dengan pembatasan kapasitas angkut penumpang, penggunaan masker untuk pengguna dan juga pengemudi ataupun kru. Untuk angkutan darat jarak jauh, ada pengecekan suhu tubuh berkala di dalam kendaraan untuk mencegah penyebaran covid-19.

“Selain itu sisi human juga penting diperhatikan, mulai dari sarana dan prasarana angkutan darat seperti terminal dan kendaraan,” ungkap Budi.

Tiga aspek tambahan ini, lanjut Budi, jadi tantangan tersendiri bagi transportasi darat. Sebab, hal itu harus membuat transportasi darat tetap aman dan juga mencegah penyebaran covid-19.

“Tiga aspek ini harus dite¬rapkan, agar dapat terus mendukung mobilitas masyarakat. Sehingga ekonomi juga tetap bergerak dan jadi lebih baik,” kata Budi. (Gan/S3-25)

BERITA TERKAIT