21 September 2020, 21:27 WIB

Kemenparekraf Buka Kelas Pemasaran Digital untuk Pebisnis Kriya


Antara | Ekonomi

UNTUK memberi solusi bagi pelaku usaha ekonomi kreatif keluar dari krisis Covid-19, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dan Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Baparekraf) membuka kesempatan bagi pelaku bisnis kreatif untuk mendalami pemasaran digital.

Kegiatan Masterclass Pemasaran yang dilaksanakan gratis dengan dengan menghadirkan narasumber yang ahli di bidangnya akan berlangsung pada 28 September-2 Oktober 2020.

Pada jumpa pers, Senin (21/9), Muhammad Neil El Himam, Deputi Bidang Ekonomi Digital & Produk Kreatif Kemenparekraf/Baparekraf Muhammad Neil El Himam mengatakan, untuk saat ini, pelatihan berkelanjutan ditujukan khusus untuk pemilik usaha di sub sektor kriya.

“Sebanyak 100 pebisnis Kriya akan menerima pelatihan komprehensif tentang pemasaran digital secara eksklusif. Bagi calon peserta yang tertarik dapat mendaftarkan diri secara online http://bit.ly/DaftarSeriWebinarKemenparekraf,” jelas  Muhammad.

Pelatihan ini menjadi penting, menurut Muhammad,  karena menurut catatan Kementerian Keuangan per April 2020 dunia usaha yang terdampak signifikan dengan adanya Covid-19 adalah UMKM, karena memiliki kontribusi sebesar 60,3% dari total PDB Indonesia.

Selain itu, UMKM menyerap 97% dari total tenaga kerja dan 99% dari total lapangan kerja. penguasaan pemasaran digital tidak sekedar membuat pelaku UMKM di Subsektor Kriya mampu bertahan, tapi juga mampu menembus pasar ekspor secara efisien.

“Beralih ke digital merupakan solusi paling efektif. Bila pemilik usaha bisa semakin kreatif memasarkan produk lewat dunia digital, maka sebagian masalah penjualan akan teratasi. Yang penting, mereka sungguh-sungguh mendalami strategi pemasaran digital” jelasnya.

Sementara itu, Yuana Rochma Astuti selaku Direktur Pemasaran Ekonomi Kreatif Kemenparekraf/Baparekraf menyebutkan akan terus mendukung pelaku UMKM khususnya Subsektor Kriya untuk segera go digital.

“ Ini bentuk dukungan kami kepada pengusaha kriya agar memiliki jangkauan pasar yang lebih luas. Berikutnya, kami juga sedang mempertimbangkan untuk membuat kelas untuk pelaku industri kreatif lainnya,” tutur Yuana.

Pegiat bisnis kriya dari produk lokal yang nantinya akan turut berkolaborasi dalam pelatihan adalah Annisa Hendrato selaku Creative dan Digital Marketing Noesa.

Annisa menyebutkan bahwa,“Pemasaran digital adalah penyelamat di tengah Pandemi. Pembeli kini bisa membeli secara online produk kami sehingga penjualan dapat terus dilakukan.” (Antara/OL-09)

 

BERITA TERKAIT