21 September 2020, 20:05 WIB

Pengembang Antasari’45 Berkomitmen Penuhi Hak Konsumen


Raja Suhud | Ekonomi

PENGEMBANG proyek Apartemen Antasari’45, PT Prospek Duta Sukses (PDS) berkomitmen untuk memenuhi hak-hak konsumen sebagai pembeli properti.

Namun PDS tidak bisa melaksanakan komitmennya itu bila ternyata proposal perdamaian yang diajukannya tidak mendapat dukungan dari konsumen secara penuh. Padahal posisi konsumen sebagai pembeli akan lebih dirugikan bila proposal perdamian tidak dijalankan dan perusahaan dipailitkan. Saat ini sedang berjalan proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU). 

“Kami mengajukan proposal perdamaian dalam PKPU untuk menghindari kepailitan sehingga hak kreditur dan konsumen dapat tetap dipenuhi melalui proposal perdamaian yang kami anggap terbaik dan final,” kata Direktur PDS Wahyu Hartanto. 

Setelah melalui proses pemungutan suara kreditur minggu lalu di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat, diperoleh informasi bahwa yang mendukung proposal perdamaian yang diajukan PDS hanya kreditur separatis dan sekitar 60 orang konsumen. 

Wahyu Hartanto menjelaskan sejak pemungutan suara minggu lalu pihaknya dihubungi oleh cukup banyak konsumen (yang suaranya diwakili saat itu) untuk menanyakan berbagai hal terkait dengan proposal perdamaian yang diajukan PDS. Serta  meminta penjelasan yang benar dan lengkap mengenai proses PKPU dan kepailitan. Padahal seharusnya mereka sudah memahami semua informasi dan penjelasan yang benar dan lengkap sebelum proses voting tersebut dilaksanakan.

Dari situ  muncul dugaan bahwa banyak konsumen yang suaranya diwakili saat voting telah menerima informasi yang tidak lengkap serta pengertian yang tidak benar mengenai proses PKPU dan kepailitan. 

“Misalnya saja, beberapa konsumen bertanya kenapa mereka baru menerima satu versi dari dua versi proposal perdamaian yang telah PDS ajukan selama proses pembahasan. Ada juga yang mengira bahwa proses PKPU ditunda atau mendapatkan perpanjangan waktu. Serta ada yang mengira dengan mendukung PKPU berarti sama dengan mendukung perusahaan untuk pailit," jelasnya. 

Bila dibiarkan, lanjutnya,  proses yang terjadi sekarang akan mengarah kepada proses kepailitan yang justru akan merugikan konsumen sendiri. 

Sebelumnya, PDS telah mengumumkan  bahwa Perusahaan saat ini telah menerima surat minat dari tiga calon investor potensial.  “Sebagai pimpinan perusahaan, saya tegaskan bahwa proposal yang kami ajukan di hadapan kreditur adalah rencana dan aksi nyata yang kredibel dan bisa dianggap solusi penyelesaian. Kami betul-betul mencari investor yang bukan hanya kuat permodalannya tapi juga memiliki pengalaman dan komitmen,” ujarnya.


Mengutip pernyataan Hakim pengawas di dalam persidangan, Wahyu mengingatkan bahwa tidak ada pihak manapun yang memiliki kuasa untuk menentukan nasib dari kelanjutan proyek Antasari’45 selain dari para kreditur itu sendiri, yaitu kreditur separatis dan kreditur konkuren yang terdiri dari konsumen dan kontraktor.

Dari hasil voting dimana kreditur separatis sudah mendukung proses PKPU, seharusnya para konsumen juga ikut mendukung proposal perdamaian seperti yang diharapkan oleh PDS.  “Untung atau ruginya konsumen tergantung kepada keputusan konsumen sendiri. PDS berupaya maksimal untuk memenuhi hak konsumen dengan proposal perdamaian yang kami anggap terbaik," tandasnya.

Ada lebih dari 650 konsumen yang berpotensi merugi bila hasil pemungutan suara betul-betul memutuskan untuk menolak PKPU yang dengan sendirinya berarti perusahaan dipailitkan. (R0/E-1)

BERITA TERKAIT