21 September 2020, 19:42 WIB

Airbus Perkenalkan Tiga Konsep Pesawat Bebas Emisi


RO | Teknologi

AIRBUS telah mengumumkan tiga konsep pesawat komersial nol emisi pertama di dunia yang dapat mulai beroperasi pada 2035. Masing-masing konsep tersebut mewakili pendekatan yang berbeda menuju penerbangan nol emisi untuk mendukung ambisi Airbus dalam memimpin dekarbonisasi industri penerbangan secara menyeluruh.

Semua konsep ini mengandalkan hidrogen sebagai sumber tenaga utama - opsi yang menurut Airbus menjanjikan sebagai bahan bakar penerbangan yang bersih. Hidrogen kemungkinan akan menjadi solusi untuk industri kedirgantaraan dan juga industri lainnya dalam mencapai target emisi netral.

CEO Airbus Guillaume Faury menyatakan bahwa ini adalah momen bersejarah untuk sektor penerbangan komersial secara keseluruhan, dan Airbus berkomitmen untuk memimpin transisi terpenting dalam industri ini. 

"Konsep yang kami ungkapkan hari ini memberikan gambaran kepada publik tentang ambisi kami dalam mendorong visi yang tegas untuk masa depan penerbangan tanpa emisi,” ungkap Guillaume Faury melalui siaran resminya, Senin (21/9). 

Faury sangat yakin bahwa penggunaan hidrogen – baik sebagai bahan bakar sintetis maupun sebagai sumber tenaga utama untuk pesawat komersial – berpotensi mengurangi dampak dari penerbangan terhadap iklim secara signifikan.

Ketiga konsep yang diberi kode nama 'ZEROe' tersebut adalah:

- Desain turbo fan untuk kapasitas penumpang 120-200 orang dengan jangkauan 3.700 km lebih. Mampu beroperasi lintas benua didukung mesin turbin gas yang  telah dimodifikasi menggunakan bahan bakar hidrogen. Hidrogen cair disimpan dan didistribusikan melalui tangki di bagian ekor pesawat. 

- Desain turbo-prop untuk kapasitas penumpang hingga 100 orang menggunakan mesin turboprop sebagai pengganti turbofan yang digerakkan oleh turbin gas berbahan bakar hidrogen dan mampu terbang lebih dari 1.600 km. Hal ini sangat cocok untuk perjalanan jarak pendek.

- Konsep desain blended-wing body berkapasitas penumpang hingga 100 orang di mana sayap menyatu dengan badan utama pesawat, dengan jarak tempuh yang mirip dengan konsep turbo-fan. Badan pesawat yang sangat lebar memberikan banyak opsi untuk penyimpanan dan distribusi gas hidrogen, serta untuk tata letak kabin.

“Konsep-konsep ini akan membantu kami mengeksplorasi dan mematangkan desain dan tata letak pesawat komersial pertama di dunia yang netral terhadap iklim dan tanpa emisi. Kami menargetkan agar pesawat ini bisa mulai melayani penumpang pada tahun 2035,” kata Guillaume Faury.

Untuk mewujudkan hal ini membutuhkan langkah tegas dari seluruh ekosistem industri penerbangan. Bandara akan membutuhkan infrastruktur pengisian bahan bakar dan transportasi hidrogen yang memadai untuk memenuhi kebutuhan operasional sehari-hari. (S-4)

BERITA TERKAIT