21 September 2020, 17:03 WIB

Pelemahan IHSG Hari Ini Dipengaruhi Faktor Global dan Dalam Negeri


Despian Nurhidayat | Ekonomi

PELEMAHAN Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini dipengaruhi oleh faktor global dan dalam negeri. Adapun, IHSG ditutup turun 1,18% atau 59,86 poin ke level ke 4.999,36.

Investment Specialist Mega Capital Indonesia Liyanto Sudarso menjelaskan, dari faktor global, pertama, hal ini dipengaruhi sentimen dari pasar global sejak Federal Reserve (The Fed) menyampaikan bahwa tidak ada lagi stimulus tambahan untuk ekonomi.

"Walaupun mereka mengatakan bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga rendah dalam waktu panjang membuat pasar jadi ternormalisasi," ungkapnya dalam acara 2nd Session Closing IDX Channel, Senin (21/9).

Kedua, Linyato mengatakan, seperti diketahui, beberapa waktu ke depan akan diadakan pemilihan Presiden Amerika Serikat (AS), dimana jika dilihat Joe Biden sebagai lawan Donald Trump sudah mengungguli secara popularitas.

Baca juga : Bank Mandiri Optimistis Capai Target Penjualan SR013

"Nah yang menarik lagi Joe Biden ingin membuat corporate tax naik lagi, nah ini pasti yang membuat saham-saham emiten yang ada di bursa AS tertekan," sambung Linyato.

Sementara  itu, dari sisi dalam negeri, dia menyebut bahwa investor Indonesia masih banyak yang melakukan aksi wait and see, terutama investor yang melihat dampak dari Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jilid II terutama untuk DKI Jakarta akankah berhasil menekan jumlah angka virus corona.

Selain itu, daya beli masyarakat yang belum meningkat juga memberikan suatu kekhawatiran kepada investor bahwa kuartal III-2020 ini mau tidak mau perekonomian Indonesia harus mengakui akan masuk resesi.

"Kalau bisa disimpulkan kondisi pasar sedang tidak ada seperti steroid dalam jangka pendek, kalau dulu kan selalu ada stimulus tambahan yang bisa membuat pasar terus naik, tapi sekarang semua udah normalisasi dan bank sentral juga ingin melihat ekonomi tumbuh dengan sendirinya setelah suku bunga turun," pungkasnya. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT