21 September 2020, 16:24 WIB

Dua Sejoli Pelaku Mutilasi Terdesak untuk Bayar Sewa Kos


Rahmatul Fajri | Megapolitan

DUA pelaku mutilasi Djumadil Al Fajar alias DAF, 26 dan Laeli Atik Supriyatin alias LAS, 27 memiliki motif ekonomi di balik pembunuhan Rinaldi Harley Wismanu, 32. Polisi mengatakan kedua sejoli itu ingin menggasak harta korban untuk membayar sewa kos dan mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Yusri Yunus mengatakan sepasang kekasih itu tinggal bersama dalam sebuah kos di darea. Fajri sebelumnya berpisah dengan keluarganya akibat kehadiran Laeli.

Setelah itu mereka harus kesulitan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Lalu, timbullah keinginan untuk mencari sasaran, merampas harta, hingga membunuh Rinaldi.

"L dan DAF sebagai tersangka, kan memang mereka tinggal sama-sama dalam satu kos. Karena DAF ini sebenarnya sudah memiliki keluarga, tetapi sempat pecah dengan kehadiran L ini. Mereka tinggal dalam kos. Terdesak ekonomi untuk membayar kos dan kehidupan sehari hari," kata Yusri, di kantornya, Senin (21/9).

Yusri mengatakan keduanya hanya mengandalkan penghasilan dari Laeli sempat mencari uang dengan mengajar les untuk mahasiswa di perguruan tinggi. Sedangkan Fajri hanya bekerja serabutan dan menjadi tukang ojek.

Namun, hal itu juga tak mencukupi kebutuhan sehari mereka. Keduanya gelap mata dengan memeras korban demi mendapatkan uang.

"L sempat mengajar les untuk suatu perguruan tinggi, karena dia ahli dalam kimia, ya. Kemudian juga dia mengakui juga sudah beberapa hari tidak makan, sehingga timbul niatan utk melakukan pemerasan," ungkap Yusri.

Seperti diketahui, Rinaldi merupakan karyawan PT Jaya Obayashi. Ia dibunuh dan dimutilasi oleh kedua pelaku, Laeli Atik Supriyatin, 27, dan Djumadil Al Fajri, 26. Laeli berkenalan dengan Rinaldi melalui aplikasi kencan Tinder setahun yang lalu. Namun, kembali intens beberapa waktu terakhir.

Kedua pelaku membunuh dengan tujuan ingin menggasak harta benda korban.

Atas perbuatan keji itu, kedua pelaku dijerat Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup atau paling lama 20 tahun. Lalu, Pasal 338 KUHP tentang Penganiayaan Berat dan Pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan dengan ancaman penjara 15 tahun. (OL-4)

BERITA TERKAIT