21 September 2020, 15:35 WIB

DKI Diminta Segera Siapkan Lahan Pemakaman Alternatif


Hilda Julaika | Megapolitan

MENYUSUL lonjakan kematian akibat covid-19, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta harus menyiapakan lahan alternatif untuk pemakaman.

Hal itu disuarakan pengamat tata kota, Yayat Supriyanta. Dia memperingatkan bahwa lahan pemakaman khusus covid-19 berpotensi habis akhir tahun ini.

Sebaiknya, Pemprov DKI segera membahas cadangan anggaran darurat dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)-Perubahan. Tujuannya, untuk menambah lahan pemakaman. Mulai dari pembebasan tanah, hingga pembelian lahan baru.

Baca juga: Anies Sebut Penggali Makam Covid-19 Bekerja Hingga Malam

"DKI mau tidak mau mulai mencadangkan kemungkinan darurat di APBD-P untuk menambah area (pemakaman). Itu dengan cara pembebasan tanah atau pembelian tanah baru, yang harus segera dianggarkan," ujar Yayat saat dihubungi, Senin (21/9).

Saat ini, terdapat dua TPU khusus covid-19 di wilayah Ibu Kota, yakni TPU Pondok Ranggon dan TPU Tegal Alur. Jika tak ada penambahan lahan, lanjut dia, dikhawatirkan lahan dua TPU tersebu akan habis.

Menyoroti TPU Pondok Ranggon, tersisa untuk sekitar 1.000 pemakaman. Apabila dalam sehari ada 50 jenazah pasien covid-19 yang dimakamkan, maka lahan di TPU tersebut akan habis dalam 20 hari ke depan.

Sementara itu, masih tersedian 3.000 makam di TPU Tegal Alur. Jika ada 50 jenazah yang dimakamkan dalam sehari, lahan di TPU tersebut juga terancam habis pada akhir tahun.

Baca juga: Satgas Ingatkan Pemakaman Pasien Covid-19 Harus Sesuai Protokol

"Pelu ada upaya preventif yang lebih maksimal. Khawatir dalam satu bulan ini (lahan) TPU Pondok Ranggon itu habis," pungkas Yayat.

Data dari situs corona.jakarta.co.id menunjukkan sebanyak 693 jenazah pasien covid-19 dimakamkan di DKI Jakarta dalam dua pekan terakhir. Pemakaman dengan prosedur covid-19 terbanyak pada 16 September lalu, yakni 67 pemakaman.

Sejak covid-19 mewabah di wilayah Ibu Kota, jumlah jenazah pasien yang dimakamkan mencapai 5.893 orang.(OL-11)

BERITA TERKAIT